Tingginya biaya politik membuat para intelektual dan orang yang memiliki kapasitas terpinggirkan oleh kaum yang memiliki uang.
"Yang masuk (politik) adalah pengusaha dan artis. Apakah ini Dewan yang harus kita bangun? Yang idealis tidak mampu masuk ke DPR. Pemilihan gubernur, walikota juga seperti itu. Saya tidak heran mereka bermasalah hukum," tutur Sidarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi PDIP itu berharap korupsi di Indonesia berkurang, seiring dengan meningkatnya posisi Indonesia di Corruption Perception Index (CPI) 2013. Indonesia menduduki peringkat 114 dari 177 negara alias meningkat 4 nomor dari tahun lalu.
"Kita harapkan korupsi akan berkurang step by step. Kita peringkat 114 dari 177 meningkat 4, satu pencapaian (yang lebih baik)," kata Sidarto.
Dia menuturkan, diperlukan tekat yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk membuat Indonesia bebas dari korupsi.
Jika semua lembaga menerapkan Sistem Integrasi Nasional dalam pemberantasan korupsi, maka skor CPI pemberantasan korupsi Indonesia di tahun berikutnya akan meningkat.
(nwy/nrl)










































