Sejauh ini ada dua saksi yang mengetahui keributan itu, yaitu Wakil Ketua Komisi IX dari Partai Demokrat (PD) Nova Riyanti Yusuf dan Ketua Komisi IX dari PDIP Ribka Tjiptaning. Nama terakhir bahkan menyaksikan langsung Irgan dan Nasir saling tarik dan teriak.
Namun keduanya mengaku tak tahu hal yang diributkan Irgan dan Nasir. Nova Riyanti mengaku hanya melihat mereka saling pandang. Sedangkan Ribka sedikit mendengar isi teriakan dalam keributan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ribka menuturkan selain Nasir, ada juga seorang pria yang wajahnya mirip Nazaruddin datang bersama Nasir. Pria itu diduga bernama Hasyim, adik Nazaruddin yang lain.
Hasyim ini pernah juga membuat keributan di DPR. Saat itu dia melabrak Sutan Bhatoegana. Hal yang menjadi perkara saat itu disebut soal utang.
Kasus pelabrakan yang diwarnai perusakan ruang kerja Sutan tersebut terjadi pada 28 Februari 2013, tepatnya pukul 13.00 WIB di Gedung Nusantara I, ruang 0905, lantai 9 Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta. Sutan kemudian melaporkan dua orang yakni Akbar Hanafi, orang yang disuruh menemui Sutan dan adik Nazaruddin bernama Hasyim, ke Polda Metro Jaya.
Kala itu Akbar mengaku disuruh Hasyim menagih utang ke Sutan Bhatoegana. Sutan Bhatoegana berang bukan main, dia merasa tak punya utang ke adik Nazaruddin tersebut.
"Dikiranya saya anak kemarin sore diteror-teror begitu. Premanisme itu saya bilang disikat saja, jangan ada masuk-masuk DPR lagi," kata Sutan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Jika saat itu urusannya soal utang, maka kini apa urusan adik-adik Nazaruddin dengan Irgan?
(/)










































