Sabu seberat 2,8 kg dibawa oleh wanita berkewarganegaraan India dari kota Manipur, EH (41). Dia menumpang pesawat Silk Air/MI-152 dari Singapura tujuan Yogyakarta. Saat turun dari pesawat, Senin (2/12), ia ditangkap.
Sabu disembunyikan dalam dinding tas (false concealment) di dalam tas koper warna hitam. Untuk menyamarkannya, barang di taruh di sisi pakaian dan ditempatkan dalam 3 bungkus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suplai narkoba ke Indonesia ini tergantung dari tingginya permintaan. Dan jumlah pengguna atau pemakai di Indonesia mencapai 4 juta, sehingga merupakan pasar yang cukup besar," kata Agung di kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta, Rabu (4/12/2013).
Menurutnya, suplai narkoba di Indonesia masuk melalui wilayah-wilayah yang dianggap lemah pengawasannya. Untuk mengurangi pasokan narkoba, harus dilakukan dengan mengurangi penggunanya. Oleh karenanya, para pengguna di Indonesia harus segera dikurangi dengan cara rehabilitasi agar berhenti menjadi pengguna.
Kasubdit 1 Dirnarkoba Polda DIY AKBP Bhekti Andriyano mengatakan pelaku yang mengaku berprofesi sebagai penjaga toko ini datang ke Yogya disuruh oleh seseorang yang juga warga India. Masalah visa, hotel dan travel, sudah disediakan oleh orang yang menyuruhnya. Bahkan sampai di Yogya, sudah ada yang akan menjemputnya untuk menuju hotel.
"Dia mengaku dikasih uang 500 dolar AS. Dan mengatakan bahwa akan dihubungi jika sudah sampai di Yogya. Mengenai siapa yang akan menjemput masih didalami," katanya.
Jumat (8/11) lalu, seorang penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-1324 dari Kuala Lumpur tujuan Yogyakarta ditangkap di Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta. Ia berinisial AF (26) dan berasal dari Kediri Jatim.
(trw/trw)










































