SBY ke Aceh 26 November
Selasa, 23 Nov 2004 20:19 WIB
Banda Aceh - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan mengunjungi Aceh pada 26 November 2004 mendatang. Kunjungan pertama Susilo Bambang Yudhoyono ke Aceh sejak dilantik menjadi presiden ini, direncanakan hanya akan diisi dengan dialog bersama sejumlah para ulama dan tokoh masyarakat Aceh.“Besok siang kita baru dapat kepastian yang pasti. Kenapa, karena sebelumnya juga rencana presiden ke sini tapi karena kesibukan presiden akhirnya ditunda dan mudah-mudahan besok tidak ditunda lagi. Itu harapan kita semua,” jelas Gubernur NAD Abdullah Puteh pada wartawan usai rapat perdana darurat sipil di ruang serbaguna kantor gubernur NAD, Jl.Tengku Daud Beurueh, Banda Aceh, Selasa (23/11/2004) sore.Jika rombongan presiden datang, pertemuan dengan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Aceh ini akan digelar di gedung Anjong Mon Mata, komplek rumah dinas gubernur NAD. Presiden juga dijadwalkan akan melakukan salat jumat bersama masyarakat di Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh sebelum bertolak ke Jakarta.“Kunjungan beliau kemari mungkin karena beberapa pertimbangan, mungkin karena saat ini kita berstatus darurat sipil, kemudian sebagai presiden terpilih, beliau berharap konflik di Aceh segera selesai. Kehadiran ini juga bermakna beliau memantau bagi penyelesaian konflik di Aceh,” papar Puteh.Pada masa-masa pemerintahan sebelum Susilo Bambang Yudhoyono paska dicabutnya status operasi militer di Aceh, beberapa presiden juga bertandang ke masjid raya Baiturahman, Banda Aceh. BJ Habibie yang datang tak lama setelah dilantik menjadi presiden kala itu memberikan beberapa janji untuk rakyat Aceh. Salah satunya akan membangun sarana transportasi kereta api bagi rakyat Aceh. Tapi sampai sekarang, janji itu tidak direalisasikan. Mantan presiden Abdurrahman Wahid juga pernah berdialog dengan masyarakat Aceh di mesjid yang dibangun pada zaman Belanda ini. Tak terkecuali mantan presiden Megawati. Umumnya, para presiden itu menebar janji bagi perubahan nasib rakyat Aceh. Sayangnya, janji-janji itu acap kali tak terwujud.
(mar/)











































