"Itu (gejolak SARA yang pernah disulut Rhoma) bagian bersejarah kepentingan politik. Sekarang (ketika Rhoma mendekat), masyarakat bisa menilai kualitas Pak Rhoma," kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira saat dihubungi detikcom, Rabu (4/12/2013).
Meski Rhoma pernah menyerang Jokowi saat Pilgub DKI dulu, namun kini PDIP tak lantas membenci Si Raja Dangdut itu. Sebagai partai besar, PDIP bijaksana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, PDIP berbesar hati menerima wacana yang dihembuskan Rhoma sebagai upaya Rhoma untuk berubah. PDIP berharap Rhoma bisa menerima pluralitas bangsa Indonesia jika dirinya memang benar-benar menghormati Jokowi. Karena Jokowi sendiri, sesuai PDIP, tokoh yang menghormati kebhinekaan.
"Kalau Rhoma menyadari kesalahannya, itu lebih baik. Dengan dia mendekat ke Jokowi, itu bagian kesadaran politik beliau untuk lebih plural," tandas Andreas.
(dnu/van)











































