DBD dan Diare Serang Yogya
Selasa, 23 Nov 2004 19:46 WIB
Yogyakarta - Pada awal musim penghujan bulan November 2004 ini, kota Yogyakarta mulai terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare. Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan daya tahan tubuh.Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, hingga pertengahan bulan ini DBD telah menyerang 9 orang warga. Belasan warga lainnya juga terserang diare. Serangan DBD itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya beberapa orang yang terpaksa dirawat di rumah sakit."Sampai petengahan November ini tercatat 9 warga teserang DBD namun tidak mengakibatkan korban jiwa. Sekitar 14 orang warga juga terserang diare," kata dr Choirul Anwar, kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta kepada wartawan, Selasa (23/11/2004). Dengan adanya pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan atau musim pancaroba itu, Choirul meminta masyarakat selalu memperhatikan kebersihan lingkungan. Langkah tersebut harus dilakukan apabila seseorang tidak ingin terkena DBD. Bahkan di awal musim penghujan ini penderita diare juga mulai meningkat.Oleh karena penderita DBD itu, kata Chorul, paling banyak anak-anak usia sekolah dan balitas, pihaknya juga meminta keluarga yang mempunyai anak untuk waspada. "Tempat-tempat yang menjadi genangan air seperti selokan, botol dan ember bekas, kaleng serta kubangan air harus segera dibersihkan dan dikubur agar tidak menjadi berkembang biak jentik-jentik nyamuk yang menyebarkan DBD," katanya.Menurut Choirul, penyebab munculnya kembali DBD ini juga dikarenakan tingkat bebas jentik di masyarakat juga masih masih rendah. Agar nyamuk tidak berkembang biak, angka bebas jentik dalam masyakat seharusnya 95 persen. "Dari 100 rumah penduduk 95 di antaranya sudah terbebas dari jentik," katanya.Saat ini angka bebas jentik di Kota Yogyakarta baru mencapai 80-an persen. Untuk mengantisipasi DBD tidak mewabah lagi, kebersihan lingkungan harus benar-benar diperhatikan. Sebab kebersihan lingkungan merupakan pencegahan yang paling efektif.Dia menambahkan, pihaknya telah membentuk tim khusus pemantau jentik. Tim ini setiap hari akan berkeliling ke masyarakat untuk memantau jentik dan melakukan kampanye kebersihan pada masyarakat. "Secara kontinyu kita juga terus mengkampanyekan gerakan kampanye tiga M agar nyamuk tidak berkembang biak," katanya.
(asy/)











































