"Komunitas Salihara menerima pengunduran diri Sitok Srengenge," demikian siaran pers komunitas Salihara dalam laman resminya, Selasa (3/12/2013).
Berikut pernyataan lengkap Komunitas Salihara terkait kasus mahasiswi UI:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Komunitas Salihara sangat menghormati keputusan pelapor untuk mengadukan kasusnya kepada Kepolisian RI. Kami menyadari betapa beratnya bagi seorang perempuan untuk melaporkan apa yang oleh juru bicara kepolisian disampaikan kepada pers—pemaksaan hubungan seks, kehamilan di luar nikah, dan penelantaran—terutama di dalam konteks masyarakat yang masih didominasi oleh budaya patriarki.
2. Komunitas Salihara menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kami berharap melalui proses hukum ini tercapai jaminan perlindungan bagi korban dan rasa keadilan.
3. Setelah melakukan pemeriksaan internal organisasi, Komunitas Salihara menilai bahwa kasus yang diadukan ini tidak melibatkan pemanfaatan fasilitas dan jabatan di Komunitas Salihara.
4. Saudara Sitok Srengenge telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di Komunitas Salihara. Kami menerima pengunduran diri tersebut.
5. Sikap ini kami ambil karena prinsip kesetaraan dan penghargaan terhadap akal sehat adalah bagian dari cita-cita Komunitas Salihara.
Jakarta, 03 Desember 2013
Komunitas Salihara
(ndr/gah)











































