Keterangan diperoleh detikcom, peristiwa itu terjadi Senin (2/11/2013) malam kemarin sekitar pukul 20.30 WITA. Eka tengah dibonceng anaknya, Indah (29) melintas di Jl Nusantara, Sungai Pinang, Samarinda Utara, tiba-tiba dihampiri Syarifuddin yang berbonceng dengan rekannya, Aji (18), dengan roda dua bernomor polisi KT 2088 MP.
"Dia (Syarifuddin) mau merampas kalung liontin yang ada di leher ibu Eka, tapi sempat ditendang oleh ibu itu," kata salah seorang warga Jl Nusantara, Raihan, kepada detikcom, Selasa (3/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya luka-luka dan dibawa ke rumah sakit. Warga di sini langsung mengepung mereka (Syarifuddin dan Aji) tapi Aji berhasil kabur dengan membawa perhiasan liontin ibu Eka. Motornya ditinggal," ujar Raihan.
Warga yang terlanjur emosi, menghakimi Syarifuddin. Pelaku diseret dan sempat diikat di pohon lantas dihajar beramai-ramai oleh warga setelah tahu Syarifuddin membawa badik.
"Tidak lama polisi datang dan membawa Syarifuddin ke kantor polisi (Mapolsekta Samarinda Utara). Kalau polisi tidak datang, tidak tahu bagaimana nasibnya itu. Warga marah karena jambret sering terjadi dan sangat meresahkan," terang warga lainnya, Idris.
Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Musliadi Mustafa ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Pelaku sempat dihakimi warga yang marah dengan aksi penjambretan.
"2 orang terluka karena ulah pelaku (Syarifuddin). Dia ternyata anggota geng motor dan akhirnya dihakimi massa sebelum dibawa ke kantor (Polsekta Samarinda Utara). Seorang temannya (Aji) masih kita kejar," terang Musliadi.
"Motornya pelaku kita amankan. Pelaku kita tetapkan sebagai tersangka dan kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan juga pasal 351 tentang penganiayaan. Motor pelaku juga sudah kita amankan," tutupnya.
(/)











































