"Kalau kayak gini, kita jadi ketiban susah cari rejeki. Padahal itungannya kan saya buruh juga, saya niat kerja hari ini tapi malah nggak bisa karena macet," ungkap seorang sopir truk, Yanto (40) di Jl. Pembangunan 3, Kota Tangerang, Selasa (3/12/2013).
Ia hendak menuju gudang majikannya di wilayah Sewan, Tangerang untuk menyetok makanan ringan. Namun ia terjebak macet sejak pukul 13.00 WIB akibat jalan diblokir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau protes harusnya nggak usah mengganggu kepentingan orang lain. Kalau begini kan jadi mematikan ekonomi orang lain juga. Kalau mau punya uang ya kerja yang benar," ujarnya dengan nada tinggi.
Sopir truk pengangkut limbah, Haryadi (40) juga mengutarakan hal yang sama. Limbah yang seharusnya dapat segera diolah menjadi terhenti dan mencemarkan udara sekitar.
"Saya sih nggak ikutan demo. Mau kerja saja, tapi malah kejebak di sini. Harusnya kalau mau pakai jalan jangan sampai nutup jalur biar kendaraan juga bisa jalan," tuturnya.
Ratusan buruh yang berdemo baru bergeser ke Balai Kota Tangerang pukul 15.30 WIB. Jalan pun kembali dibuka pada saat itu.
(bag/ega)










































