26 WNI Ditangkap di AS

26 WNI Ditangkap di AS

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 18:35 WIB
Jakarta - Sebanyak 26 WNI ditangkap aparat AS dalam investigasi nasional seputar pengeluaran kartu hijau, paspor, SIM, kartu Jaminan Sosial dan kartu identifikasi lain bagi ribuan imigran Indonesia yang sekarang tinggal secara ilegal di Amerika Serikat.Jaksa AS Paul J. McNulty mengatakan bahwa tuduhan yang dijatuhkan kepada 26 WNI tersebut merupakan hasil investigasi selama dua tahun terhadap semua praktek-praktek ilegal broker imigrasi dan konsultan Indonesia yang beroperasi di Northern Virginia and Maryland. Mereka berasal dari Masyarakat Amerika Cina Indonesia di Fairfax Station, Dinas Penempatan Amerika Asia di Springfield, Kumala Nusantara di Burke, dan Dinas Komunitas Pribumi Cina Indonesia di Manassas.Dalam testimoni kasus ini dikatakan bahwa pemilik, pegawai dan asosiasi mereka "secara sadar menipu pemerintah federal dan Persemakmuran Virginia" dari tahun 1999 hingga tahun ini, dengan membantu ribuan imigran Indonesia di seluruh AS untuk mendaftar guna mendapatkan benefit pemerintah secara curang.Disebutkan bahwa beberapa dari mereka yang dikenai tuduhan, secara rutin menyiapkan aplikasi suaka tidak sah untuk klien-klien mereka dari Indonesia dengan imbalan sebesar US$ 2.000. Dalam aplikasi itu secara khusus dicantumkan klaim palsu bahwa mereka yang mendaftar telah diperkosa, dilecehkan, dipukuli atau dirampok oleh Muslim di Indonesia karena etnis Cina mereka. Demikian seperti diberitakan Washington Times, Selasa (23/11/2004).Mereka yang dikenai tuduhan itu adalah Hans Gouw (53), Isnayanti Gouw (35), Jenny Gandasaputra (51), Herman Tanudjaja (59), Raymond Marschall (26), Megawaty Gandasaputra (46), Michael Wright (43), Joandi Gani (19), Danny Susanto (34), Juga Johnson Aliffin (33), Ratna Hartanto (38), Rosita Setyawati (46), dan Brigitta Parera (35).Kemudian Willy Irsan (33), Achnita Supomo (37), Surya Halim (33), Lestari Nugroho (27), Hanny Kembuan (46), Herlina Suherman (28), Albert Warong (75), Sari Tanudjaya (48), Nany Kumala (49), Johannis Ticoalu (57), Silvy Karageorge (47), Irawan Muljadi (55), dan Henry Lee (29). (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads