Pungli Bus Kota Marak di Palembang
Selasa, 23 Nov 2004 18:09 WIB
Palembang - Para sopir bus kota di Palembang mengeluhkan soal pungutan liar yang ada di Palembang. Dalam satu perjalanan, sebuah bus kota harus menyetor buat 11 titik pungli."Gilo nian, tiap titik itu kami harus menyetor lima ratus rupiah tiap kali lewat," kata Wawan, sopir bus kota jurusan Plaju-Pusri, kepada detikcom, Selasa (23/11/2004).Berdasarkan pemantauan detikcom, pungli yang dilakukan preman itu dilakukan dimulai dari simpang Kayuagung, Plaju, Palembang. Kemudian dua titik di depan kampus Universitas Muhammadiyah Palembang, lalu di simpang lampu merah pangkal Jembatan Ampera, di samping Masjid Agung, lalu pada empat jembatan penyeberangan di Jalan Jenderal Sudirman Palembang.Pungli terus dilakukan yakni di Jalan Veteran, di dekat pos polisi Simpang Charitas, dilanjutkan di Pasar Lemabang dan di Sei Selincah. "Kalau pungutan resmi di pangkal Jembatan Ampera, dilakukan petugas pemerintah," kata Wawan.Selain pungutan itu, apabila ada kegiatan seperti menjelang perayaan 17 Agustus atau sebuah kampung akan melakukan kegiatan, atau pendirian rumah ibadah, para sopir bus kota itu juga diminta pungutan.Menurut informasi dan pemantauan detikcom, para pemungut liar ini ternyata memberikan "upeti" kepada sejumlah oknum polisi. Ada yang pola harian dan ada setoran per bulan. "Kami bagi dua dengan mereka, bukan yang setoran per bulan itu," kata seorang pemungut liar.
(nrl/)











































