"Ibarat gerbong kereta, pendidikan dan pramuka objeknya sama. Jadi kenapa kita tidak bersinergi menuju tahun 2045 di perayaan 100 tahun Indonesia merdeka," jelas M Nuh dalam sambutannya di depan peserta Munas Pramuka di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Kupang, Selasa (3/12/2013).
Nuh mengatakan, peran pertama gerakan pramuka harus menjadi pembantu untuk mendukung segala upaya memajukan bangsa. Walau sebelumnya bantuan yang dilakukan selama ini hanya bersifat pasif, nantinya pramuka bisa menjadi penggerak. Dan gerakan pramuka bisa menjadi leader.
"Tapi nantinya kita jadikan pramuka mesin transformasi. Melakukan memberikan sentuhan modernitas dan kegiatan atraktif agar anak-anak nanti bisa tertarik masuk ke dalam gerakan pramuka. Dan tidak melihat adanya batas-batas agama, etnik dan politik," jelas Nuh.
Setelah memberikan sambutan, Nuh membuka acara Munas dengan memetik alat musik asli NTT, Sasando. Lalu meninggalkan acara untuk menghadiri pelantikan rektor Universitas Nusa Cendana yang baru.
(spt/rmd)











































