Gus Dur Yakin Hasyim Muzadi Tidak Terpilih Lagi

Gus Dur Yakin Hasyim Muzadi Tidak Terpilih Lagi

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 17:53 WIB
Semarang - Gus Dur terus 'menyerang' Hasyim Muzadi. Dia menilai banyak orang tidak suka pada sosok Hasyim. Karena itu, pada Muktamar NU yang diadakan pada 28 November- 2 Desember 2004 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Gus Dur yakin Hasyim tak terpilih lagi."Saya yakin Hasyim tak dipilih lagi. Lha wong saya itu tahu njobo njerone (luar dalam) NU kok. Di semua daerah, Hasyim tidak didukung," kata Gus Dur kepada wartawan sesaat sebelum meresmikan STIKES di Ponpes Soko Tunggal Semarang, Jl Sendang Guwo, Selasa (23/11/2004) sore.Ketua Dewan Syuro PKB ini mencontohkan, dari 10 PCNU di Kalimantan Barat, 7 di antaranya tidak mendukung Hasyim. Sedangkan 41 PCNU di Jatim, hanya 9 cabang yang menyatakan dukungannya. Sedangkan, 32 lainnya tidak diketahui."Kemarin itu saya dari Banjarmasin. Di sana juga begitu. Sebanyak 11 cabang tidak menyukai Hasyim. Karena itu, semuanya menyatakan tidak mendukungnya," tandasnya.Mengenai kabar besarnya dukungan NU Jateng pada Hasyim, Gus Dur membantahnya. Dia menilai Ketua PWNU Jateng Muhamad Adnan telah membohongi jamaahnya. Paling banyak, hanya 6 cabang di Jateng yang mendukung Hasyim.Gus Dur yang juga mantan Ketua Tanfidziyah PBNU ini mengaku lebih setuju jika Tholhah Hasan atau Gus Mus yang maju dibanding Hasyim. Baik Tholhah Hasan maupun Gus Mus dinilai mempunyai kapasitas yang memadai.Posisi Rois Aam Sedangkan untuk posisi Rois Aam PBNU, Gus Dur masih melihat Mbah Sahal atau KH Ahmad Sahal Mahfudz sebagai orang yang pas. "Rois Aam kan harus orang yang ahli fiqih. Mbah Sahal seperti itu orangnya," kata Gus Dur.Gus Dur membantah bahwa dirinya ngotot maju sebagai wakil syuriah. Tidak ada sedikit pun niat menjadi wakil syuriah. Dia tunduk pada kiai-kiai dan menyerahkan segala keputusan pada muktamirin."Aziz Amin bagus. Ia bisa jadi wakil syuriah. Kiai asal Kalibata Jakarta itu punya kapasitas yang cukup untuk mendampingi Mbah Sahal," tukasnya.Di ponpes pimpinan Nuril Arifin, Gus Dur didaulat memberi sambutan sekaligus meresmikan STIKES. Tapi tidak seperti biasanya, pada kesempatan itu ia tidak didampingi istri Sinta Nuriyah maupun putrinya, Yenny. (asy/)


Berita Terkait