Tersangka Bom Rois Diisukan Tertangkap di Bogor
Selasa, 23 Nov 2004 17:28 WIB
Jakarta - Kelamaan tak ada kabar penangkapan tersangka bom, bisa jadi menimbulkan isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Terakhir, ada isu buronan tersangka bom bernama Rois tertangkap di Bogor. Benarkah? Isu ini sebenarnya sudah muncul sejak beberapa hari. Namun, isu yang pada awalnya dimunculkan oknum aparat kepolisian ini makin nyaring hari ini, Selasa (23/11/2004). Bahkan, isu yang muncul saat ini lengkap dengan tempat penangkapan. Isu yang beredar, Rois, pria yang dijadikan tersangka bom Bali, bom Marriott, dan bom Kedubes Australia ini ditangkap menjelang Idul Fitri beberapa waktu lalu. Rois tertangkap di sebuah warnet di kampung Bojong, daerah yang tidak jauh dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Darmaga, Bogor. Rois diisukan tertangkap aparat kepolisian, setelah polisi menguntitnya. Awalnya, polisi mendapatkan alamat email Rois. Setelah dilakukan pelacakan dan pengecekan, Rois diketahui sering menggunakan warnet di kampung itu. Akhirnya, aparat mendatangi warnet itu dan menangkapnya. Saat ditangkap, Rois sedang melakukan chatting dengan sahabatnya. Penangkapan Rois sengaja disembunyikan oleh polisi. Kabarnya, karena Rois masih diperlukan dalam pengejaran para buron lainnya. Bila Rois diberitakan ke publik tertangkap, maka bisa-bisa buron lainnya pada kabur. Benarkah isu itu? Namanya juga isu, bisa salah, bisa benar. Namun, banyak yang menyangsikan isu ini. Seorang mantan mahasiswa IPB, Moko, mengaku belum pernah mendengar kampung Bojong di sekitar kampus IPD Darmaga. "Saya kuliah di IPB Darmaga lima tahun. Tapi, saya tidak pernah dengar kampung Bojong di dekat kampus," kata sarjana IPB yang baru lulus 2004 ini. Meski begitu, wartawan sempat menanyakan isu ini kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung. Tapi, Suyitno malah kaget. "Kata siapa?" kata Suytino kepada wartawan saat dicegat di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (23/11/2004). Untuk menyegarkan ingatan kembali, Rois ini memiliki sederet nama alias, seperti Iwan Darmawan alias Handi alias Agaf. Sebelumnya, Rois dinyatakan sebagai tersangka bom di depan Paddy's Cafe Bali dan Bom Hotel Marriott. Terakhir, Rois juga dijadikan tersangka kasus bom Kedubes Australia. Polri telah menyayembarakan siapa saja yang dapat menemukan Rois, akan diberi imbalan Rp 500 juta. Rois sendiri diduga melakukan perekrutan lebih dari 10 orang di Jawa Barat untuk dilatih di Cisolok, Pelabuhan Ratu, Sukabumi dalam rangka tindakan terorisme. Rois juga diduga terlibat membawa bom yang digunakan pada peledakan bom Kedubes Australia. Gambar Rois sebagai buron telah disebar ke segala penjuru nusantara. Dia memiliki ciri tinggi badan 165 cm, badan tegap dan berisi, kulit putih, logat bicara sunda, ada bekas luka akibat ledakan, khususnya di alis mata dan pelipis sebelah kiri.
(asy/)











































