Simon Urus Dokumen Fossus untuk Tender SKK Migas

Sidang Suap SKK Migas

Simon Urus Dokumen Fossus untuk Tender SKK Migas

Ferdinan - detikNews
Senin, 02 Des 2013 16:16 WIB
Jakarta - Komisaris dan Manajer Operasional PT KOPL Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya mengaku pernah menyiapkan dokumen milik Fossus Energy Ltd atas perintah bos Kernel Oil Singapura, Widodo Ratanachaitong. Fossus merupakan bidder yang mengikuti tender minyak mentah dan kondensat di SKK Migas.

"Saya pernah menyediakan dokumen Fossus. Disuruh Pak Widodo untuk tender di SKK Migas," jelas Simon saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (2/12/2013).

Simon menjelaskan hanya mengecek ketikan dokumen yang diterimanya dari anak buah Widodo sekitar tahun 2012-2013. Setelah diperiksa, dokumen dikirim kembali via surat elektronik ke Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya nggak ingat (isi dokumen). Saya cuma diminta bantu mengecek dokumen saja," sambungnya.

Dia juga tidak tahu kaitan Widodo dengan Fossus Energy. Dokumen Fossus disiapkan sebelum penyerahan uang dengan total US$ 700 ribu yang diambil dari rekening PT KOPL ke Deviardi, orang dekat Rudi Rubiandini.

Selain Fossus, Simon juga membantu menyiapkan dokumen Fortek Thailand Co. Ltd. Simon mengikuti proses verifikasi Fortek di SKK Migas bersama Maulana Yahya Abbas, karyawan Kernel Oil.

"Verifikasi Fortek," sebutnya.

Dalam dakwaan dipaparkan duit suap ke Rudi dengan total US$ 900 ribu dan SGD 200 ribu diberikan terkait pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas. Atas pemberian duit itu, Rudi sebagai Kepala SKK Migas menyetujui Fossus Energy Ltd sebagai pemenang lelang terbatas kondensat Senipah bagian negara pada 7 Juni 2013 untuk periode Juli 2013.

Rudi menyetujui kargo pengganti minyak mentah Grissik Mix bagian negara periode Februari-Juli 2013 untuk Fossus Energy Ltd. Kemudian menggabungkan lelang terbatas minyak mentah Minas/SLC bagian negara dan kondensat Senipah bagian negara periode Agustut 2013.

Saat bersaksi tanggal 14 November 2013, Maulana Yahya memastikan selain berada di Kernel Oil dan PT KOPL Indonesia, Widodo mengendalikan Fossus Energy.

"Yang saya ketahui Fossus dan Kernel di bawah supervisi Widodo," ujarnya.

(fdn/mok)


Berita Terkait