Ada Kekhawatiran Materi Ujian CPNS di Riau Telah Bocor

Ada Kekhawatiran Materi Ujian CPNS di Riau Telah Bocor

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 16:17 WIB
Pekanbaru - Materi ujian untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah Provinsi Riau dikhawatirkan bocor. Selain itu banyak juga CPNS yang berupakan titipan pejabat.Rencananya, Rabu besok (24/11/2004) puluhan ribu CPNS akan mengikuti ujian tes secara bersamaaan di seluruh Indonesia. Namun, sebelum materi ujian dilaksanakan, ada kekhawatiran materi ujian telah bocor di Riau. Kekhawatiran itu didasari situasi penggandaan dan pendistribusian soal yang dinilai sangat rawan kebocoran."Pendistribusian meteri ujian sangat rawan kebocoran," kata H Edi Basir, anggota Komisi A DPRD Riau kepada wartawan, Selasa (23/11/2004) di gedung DPRD Riau, Jl Sudirman Pekanbaru.Pendapat itu didasarkan ketika DPRD Riau melakukan sidak ke Badan Administrasi Pendidikan dan Latihan Pegawai (BADP) Provinsi Riau di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Senin kemarin."Lemahnya pengawasan distribusi materi soal ujian itu sangat memungkinkan terjadinya kebocoran kertas ujian untuk CPNS. Karena itu, sebeluma benar-benar materi ujian itu bocor ke para CPNS, sebaiknya pihak eksekutif harus mengantisipasi sedini mungkin. Pengawasan distribusi itu harus dijaga ketat. Ini guna mengantisipasi agar dugaan kebocoran itu tidak benar-benar terjadi," katanya.Selain itu muncul juga isu banyak CPNS yang merupakan titipan para pejabat di Riau. Malah isu berkembang, untuk dapat diterima menjadi PNS di Riau, para calo bergentayangan meminta dana minimal Rp 20 juta per orang.CaloSalah seorang CPNS, sebut saja namanya Hendri, kepada detikcom mengaku, dia pernah ditawari oknum PNS di kantor Walikota Pekanbaru untuk menyediakan uang sebanyak Rp 25 juta agar lulus menjadi PNS.Hendri yang selama ini hanya bertugas sebagai guru honorer di salah satu SMU di Pekanbaru mengaku tidak memiliki dana sebanyak itu. Kendati tidak memiliki modal untuk dana suap, Hendri tetap ikut dalam tes ujian yang akan dilaksanakan besok."Semoga saja saya lulus. Tapi, kalau melihat fakta yang ada, rasanya kami yang tidak punya dana suap ini sulit untuk bisa lulus sebagai PNS," keluh Hendri.Masalah banyaknya CPNS yang merupakan titipan pejabat, disampikan Eddy Akhmad RM salah seorang anggota DPRD Riau. Menurutnya sangat memungkinkan adanya CPNS yang merupakan titipan khusus para pejabat tinggi di lingkungan pemerintah."Saya rasa, masalah titipan itu sudah rahasia umum. Jangankan pejabat penting di pemerintahan, saya sendiri sebagai anggota dewan sudah banyak menerima titipan dari rekan-rekan untuk mengurus calonnya agar bisa lulus. Tapi semua itu tidak saya gubris. Kalau memang calonnya pintar, pastilah lulus," kata Eddy. (nrl/)


Berita Terkait