TNI Diminta Tak Defensif Soal Teror Terkait Kematian Munir

TNI Diminta Tak Defensif Soal Teror Terkait Kematian Munir

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 16:08 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif PBHI Hendardi meminta TNI tidak bersikap defensif menanggapi teror yang diterima keluarga almarhum Munir dan Imparsial. TNI, dalam kasus teror itu, bisa jadi hanya dikambinghitankan. "Teror ini suatu tindakan yang mungkin menyudutkan TNI karena dalam praktek politik khususnya zaman orde baru, sering kali TNI dianggap melakukan represif politik. Karena itu mereka bisa dikambinghitamkan. Pihak TNI seharunya tidka bertindak defensif," kata Hendardi dalam jumpa pers di kantor HRWG, Jl. Pegangsaan Timur no 21, Jakarta, Selasa (23/11/2004). Hendardi menyatakan, teror itu tidak akan berimplikasi jauh bagi aktivis HAM. Teror itu, katanya, hanya daur ulang peristiwa masa lalu yang sudah akrab bagi aktivis HAM. "Teror ini sebenarnya sudah hidup di setiap aktivitas kami, PBHI, LBH, Kontras dan Imparsial.Jadi ini bukan menakutkan. Tapi lebih baik dijadikan semacam penyelidikan bagi kepolisianm" kata Hendardi.Imparsial, pukul 13.15 WIB, Selasa (23/11/2004) tadi menerima kiriman paket yang sama yang diterima istri Munir, Suciwati. Isi paket sama persis, daging ayam busuk dan disertai tulisan "Awas jangan libatkan TNI dalam kematian Munir, mau nyusul seperti ini?". Nama pengirim juga sama, Zulrizal Umar, Jl.Semeru X No 45, Bogor dan ditujukan kepada Ny Suciwati. (iy/)


Berita Terkait