Protes Taipei, Beijing Tidak Teken Deklarasi Jakarta

Protes Taipei, Beijing Tidak Teken Deklarasi Jakarta

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 15:47 WIB
Jakarta - Pertemuan 12 gubernur dan walikota se-Asia agak ternoda. Karena protes Taipei menjadi tuan rumah 2006, Beijing tidak ikut menandatangani Deklarasi Jakarta.Deklarasi Jakarta disetujui pada acara penutupan sidang pleno ke-4 Asian Network of Major Cities (ANMC) 21 yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Selasa (23/11/2004).Namun acara tersebut tidak dihadiri Walikota Beijing Zhang Mao. ANMC menyepakati Beijing menjadi tuan rumah sidang pleno ke-5 tahun 2005, dan Taipei sebagai tuan rumah sidang pleno ke-6 tahun 2006.Tapi Beijing tidak setuju Taipei sebagai tuan rumah. Sidang yang berlangsung kemarin mengenai hal ini pun sempat deadlock. Namun diputuskan Taipei tetap menjadi tuan rumah 2006. Walhasil, Walikota Beijing tidak datang pada sidang hari ini dan tidak meneken Deklarasi Jakarta."Saya akan menemui langsung delegasi dari Beijing secepatnya agar mau menyepakati kesepakatan yang telah disepakati. Semua pihak sudah menyetujui Taipei sebagai tuan rumah 2006," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Ucai acara penandatanganan Deklarasi Jakarta, 11 dari 12 delegasi gubernur dan walikota se-Asia itu meninjau pameran di Lapangan Banteng, persis di depan Hotel Borobudur. Mereka adalah delegasi dari Jakarta, Tokyo, Kuala Lumpur, Singapura, New Delhi, Manila, Taipei, Bangkok, Yangon, Seoul, dan Hanoi.Isi Deklarasi Jakarta memuat konsensus, harapan dan tekad mengenai apa yang dilakukan para gubernur dan walikota se-Asia di waktu yang akan datang untuk mendorong upaya-upaya bersama dan kerja sama di antara kota-kota besar di Asia.Kerja sama itu memuat 9 program kerja, antara lain pengembangan pesawat jet pengangkut berukuran kecil dan sedang, program pendidikan jarak jauh di kawasan Asia, penyelenggaraan festival seni Asia, kampanye welcome Asia, jaringan pengendalian emisi kendaraan kota-kota Asia, serta pusat internasional manajemen pengembangan perkotaan dan jaringan krisis manajemen.Pada pertemuan itu juga disepakati proposal program pengembangan usaha orisinil bagi para pengusaha muda yang diajukan Singapura. Kemudian usulan Tokyo mengenai program pemberantasan penyakit infeksi seperti SARS, AIDS, dan sejenisnya di Asia.Acara hari ini diikuti Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara, Wakil Gubernur Bangkok Emritus Pensri Phijaisanit, Walikota Taipei Ying Jeou Ma, Walikota Kuala Lumpur Datuk Muhammad Taufik, Walikota Seoul Lee Choon Sik, Walikota Yangon Brigjen Aung Thein Lynn, Ketua Otoritas Pengembangan Metropolitan Manila Bayani Fernando, Menteri Pengembangan dan Pembangunan Perkotaan New Delhi Dr AK Walia, Ketua Komite Rakyat Hanoi Nguyen Quoctricu, dan Menteri Komunikasi dan Kesehatan Singapura Balaji Sadasivan. (sss/)


Berita Terkait