Survei LSIN: Elektabilitas di Bawah 20%, Parpol Harus Koalisi Usung Capres

Survei LSIN: Elektabilitas di Bawah 20%, Parpol Harus Koalisi Usung Capres

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Minggu, 01 Des 2013 20:50 WIB
Survei LSIN: Elektabilitas di Bawah 20%, Parpol Harus Koalisi Usung Capres
Jakarta - Hasil survei yang digelar Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) menunjukkan tidak ada satu pun partai politik yang dipilih publik mencapai ambang batas Presidential Threshold (PT) 20 persen. Dengan hasil ini, artinya tidak ada pilihan bagi parpol kecuali berkoalisi jika ingin mengusung capres.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (1/12/2013), survei LSIN menunjukan PDI Perjuangan menjadi partai pilihan publik dan mampu menggesar elektabilitas Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu 2009, serta Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2004.

Survei dilakukan pada rentang waktu 1-15 Oktober 2013 dengan melibatkan 1.500 responden dari 34 Provinsi di Indonesia, ditambah beberapa responden dari luar negeri. Survei ini bertujuan menjajaki aspirasi publik terhadap elektabilitas Parpol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Eksekutif LSIN, Yasin Mohammad, mengatakan bahwa ketika responden diajukan pertanyaan jika Pemilu dilaksanakan hari ini, Anda akan memilih partai apa, responden sebagian besar memilih PDIP, disusul kemudian Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra dan PKS. Meski sebagai pemenang, PDIP berdasarkan survei ini tetap harus berkoalisi jika akan mengusung Jokowi sebagai capres.

Berikut hasil lengkap survei elektabilitas 12 parpol:

PDIP dipilih 17,3%,
Golkar 16,2%,
PD 13,1%,
Gerindra 10 %,
PKS 6,1%,
PAN 5,0%,
PKB 4,5%,
Hanura 4,3%,
PPP 4,1%,
NasDem 3,6%,
PBB 2,5%,
PKPI 1,4%,

Sementara responden yang menjawab tidak tahu sebesar 10,9%.

Survei LSIN ini mengambil sampel sepenuhnya secara acak (probability sampling), menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap provinsi. Responden adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun, dengan didasarkan pada aspek gender, geografi, sosio kultural dan sosio ekonomi, dan ideologi politik responden. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dengan margin of error sebesar ± 3,1%. Pengumpulan data dilakukan melalui dua cara yaitu melalui telepon dengan panduan kuesioner dan wawancara langsung dengan panduan kuesioner oleh surveyor yang tersebar di seluruh provinsi.

(rmd/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini