Wamen Denny: LP Nusakambangan Saat ini Tak Lagi Terisolasi

Wamen Denny: LP Nusakambangan Saat ini Tak Lagi Terisolasi

Tya Eka Yulianti - detikNews
Minggu, 01 Des 2013 20:10 WIB
Wamen Denny: LP Nusakambangan Saat ini Tak Lagi Terisolasi
Bandung - Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana angkat bicara soal kaburnya narapidana di LP Batu Nusakambangan, Cilacap. Ia mengatakan, saat ini kondisi di LP Nusakambangan tak lagi terisolasi seperti dulu. Jalan masuk dan keluar pulau tersebut pun sudah banyak.

Ia pun menyatakan, kaburnya narapidana memang pantas untuk dikritisi. Namun ia pun tak ragu mengatakan bahwa orang-orang yang mengkritik tersebut tak mengerti bagaimana susahnya menangani lembaga pemasyarakatan.

Hal itu disampaikan Denny saat menghadiri acara Pekan Seni dan Kreativitas karya mantan napi di Bandung Timur Plaza, Jalan AH Nasution, Minggu (1/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Denny mengatakan, saat ini lembaga pemasyarakatan menemui tantangan dalam memberikan pembinaan untuk para narapidana. Apalagi banyak yang menyebut jika pembinaan di dalam lapas justru membuat narapidana makin tidak baik.

"Untuk pembinaan itu bisa dengan jejaring mantan pidana seperti Yayasan Bhakti Anak Negeri ini. Kalau menggantungkan pada pemerintah tidak bisa berjalan maksimal. Bagaimanapun, tantangan pembinaan di lapas, makin menantang tapi bukan berarti tidak kita lakukan," ujar Denny yang menyebut saat ini kapasitas narapidana di Indonesia sudah over kapasitas sampai 160 persen.

Ditengah kondisi seperti ini, Denny merasa sedikit kecewa karena yang kerap disorot adalah bagaimana tidak becusnya penanganan narapidana. Seperti soal kaburnya napi di Nusakambangan.

"Kita berusaha terus maksimal. Kalau ada beberapa pelarian, iya memang. Tapi kita semua harus melihat bagaimana fasilitas disana," katanya.

Ia menyebutkan Nusakambangan kini tidak lagi terisolasi seperti dulu. "Sekarang jalan masuk dan keluar . Jarak dengan pulau Jawa makin dekat karena makin dangkal," tuturnya.

Denny pun mengkritik orang-orang yang hanya bisa mengkritik soal penanganan lapas tanpa tahu kondisinya.

"Jadi memang ada pelarian tapi di sisi lain saya enggak ragu juga mengatakan kalau orang yang mengkritik itu tidak tahu bagaimana beratnya tantangan pemasyarakatan sekarang. Sekali-sekali tukar tempat wartawan dan sipir. Supaya kerasa, jadi jurnalis berat tapi bisa jadi jadi sipir juga lebih berat," kata Denny.

Kedua napi yang melarikan diri diketahui bernama Harun bin Aziz, terpidana mati pindahan dari LP Jambi, dan Suhardi bin Abdul Hamid yang merupakan terpidana seumur hidup pindahan dari LP Temanggung. Keduanya terlibat dalam kasus perampokan di tempat terpisah. Namun keduanya telah ditangkap lagi.

(tya/rmd)


Berita Terkait