"Untuk pelurunya, masik dicek Labfor. Hasilnya seminggu lagi," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (01/12/2013).
Pada mobil Terrano bernopol B 7919 NI ditemukan ada 9 lubang bekas tembakan. Sementara satu peluru, bersarang di punggung salah satu korban bernama Amri Zulkarnaen (41). Dalam insiden itu, selain Amri, Bobby Angkasamudra (35) yang menyopiri mobil juga tertembak di bagian tangan kanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, kedua korban diduga sudah diintai sejak mengambil uang itu dari rumah bosnya bernama Imam, di Permata Hijau, Jakarta Selatan. Sementara kedua korban juga belum membuka mulut soal asal-usul uang tersebut.
Sementara pihak kepolisian menilai ada kejanggalan dalam peristiwa penembakan itu. Selain soal motif penembakan, temuan serpihan serbuk sabu dalam mobil yang ditembaki pelaku juga menyisakan teka-teki.
Polisi menduga, dua korban penembakan merupakan anggota sindikat narkotika. Bahkan Amri yang dites urine positif narkotika, ditetapkan sebagai tersangka pengguna narkotika.
(mei/rmd)










































