Ada yang berbeda di Wellington, Selandia Baru, malam ini. Suasana malam yang dingin dihangatkan oleh indahnya ansemble angklung dan lenggak-lenggok penari Indonesia.
Bekerja sama dengan Kemenparekraf, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington menggelar event pagelaran budaya yang diberi nama Indonesia Summer 2013. Bertempat di gedung Elim International Church, acara ini berlangsung meriah dan semarak, dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari kalangan diplomatik, warga Indonesia dan warga lokal Wellington.
Event yang pertama kali digelar KBRI Wellington ini diawali dengan suguhan tarian Lenggang Nyai, tarian selamat datang dari DKI Jakarta. Enam penari yang tergabung dalam sanggar tari Jendela Budaya tampil memukau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tarian lain ditampilkan dengan tak kalah memukaunya oleh keenam penari cantik tersebut. Mulai dari tari Bajidor Kahot asal Jawa Barat, tari Lenso dari dari Sulawesi Utara dan tarian modern Cendrawasih.
Acara malam ini pun kian dihangatkan dengan alunan musik angklung yang dibawakan oleh grup Ikreasindo. Terlebih lagi ketika lagu dangdut Terajana dinyanyikan oleh MC Ika Widiniangsih yang kemudian mengundang penonton untuk maju ke podium menari dangdut. Para pengunjung pun bersorak. Meriah!
Di tiap suguhan seni yang ditampilkan diselingi acara doorprize berhadiah syal batik dan plakat untuk puluhan orang.
Acara kian semarak kala MC mengatakan akan ada pembagian angklung untuk seluruh pengunjung yang hadir. Setelah angklung dibagikan, MC pun mengajarkan dan memandu para pengunjung untuk memainkan angklung yang dipegang masing-masing.
Dengan antusias pengunjung mengikuti instruksi yang diberikan oleh MC yang pintar sekali menghidupkan suasana. Dengan arahan MC, para pengunjung memainkan sejumlah lagu-lagu hits dunia termasuk Can’t Help Falling in Love, I Have a Dream, You Raise Me Up, dan lain-lain. Keceriaan terpancar jelas di wajah-wajah sekitar 500 orang yang hadir di acara ini. Terlebih saat MC mengumumkan bahwa tiap pengunjung boleh membawa pulang angklung. Wajah-wajah bahagia pun terpancar. Malam itu, semua pulang dengan berseri!
(ita/tor)










































