30 PWNU se-Indonesia Diklaim Dukung Hasyim Muzadi
Selasa, 23 Nov 2004 14:49 WIB
Surabaya -
Klaim mengklaim dukungan menjelang Muktamar NU ke-31 mulai mengalir. Ketua PW NU Jawa Timur Ali Maschan Musa misalnya, mengklaim 30 PWNU (Pimpinan Wilayah NU) se-Indonesia dipastikan mendukung Hasyim Muzadi sebagai ketua umum PBNU periode mendatang. Menurut Ali Maschan, pengurus 30 PWNU se-Indonesia ini sudah secara aklamasi mendukung Hasyim dalam berbagai pertemuan. Sampai sekarang, pertemuan konsolidasi ini sudah digelar sebanyak tiga kali di Jakarta. "Seminggu pasca pilpres, kita langsung tancap gas melakukan konsolidasi, dan 30 pengurus PW NU ikut semua. Terakhir, Sabtu malam kemarin di Jakarta. Dalam sejarah, ini pertema kalinya, semua suara pengurus wilayah bulat untuk mendukung kandidat ketua umum di muktamar," kata Ali kepada wartawan di sela-sela acara halal bihalal dan rapat koordinasi persiapan Muktamar ke-31 NU antara PWNU dan PCNU se-Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (23/11/2004).Selain suara 30 PWNU, menurut Ali Maschan, 90 persen pimpinan cabang (PCNU) juga akan memilih Hasyim. "Secara umum, 90 persen suara akan lari ke Hasyim," kata Ali. Hak suara dalam pemilihan ketua umum PBNU dalam forum muktamar nanti berjumlah 458 suara. Jumlah suara ini terdiri dari 422 suara dari PCNU, 30 suara dari PWNU, dan 6 suara dari pimpinan cabang istimewa (PCINU).Ali Maschan mengakui, memang ada sejumlah PCNU yang sampai sekarang masih menolak Hasyim Muzadi. Di Jawa Tengah, Ali memprediksi, ada dua PCNU yang menolak Hasyim, yaitu PCNU Lasem dan Pati. Sedangkan di Jawa Barat hanya satu PCNU yang tidak akan mendukung Hasyim, yaitu Cianjur. "Justru Jawa Timur yang kurang bisa solid," kata Ali. Dari 44 cabang, Ali memperkirakan 7 cabang akan lari ke kandidat lain. "Tetapi, itu nanti kita lihat dalam pertemuan hari ini. Saya yakin Jawa Timur gak bisa solid. Tapi, ini tidak jadi persoalan, karena di luar Jatim, semua solid ke Pak Hasyim," jelasnya. Saat ditanya mengapa Hasyim tetap didudukung, Ali memiliki sejumlah alasan. Antara lain, Hasyim dianggap demokratis, tidak memaksakan kehendakn, dan telaten meninjau daerah. "Di bawah kepemimpinanPak Hasyim,NU juga akan bisa lebih hidup di nasional maupun internasional," ungkapnya.
(asy/)










































