Rohil-Riau Banjir, 1 Bocah Tewas

Rohil-Riau Banjir, 1 Bocah Tewas

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 14:42 WIB
Pekanbaru - Hujan deras yang mengguyur dalam sepekan ini mengakibatkan banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Dilaporkan seorang bocah tewas terbawa arus sungai. Di musim penghujan ini, beberapa kawasan di Riau dilanda banjir, termasuk Rohil, terpaut 200 km arah utara Pekanbaru. Dalam sepekan, sekitar 3.000 rumah warga terendam air luapan Sungai Rokan. Sekitar 600 kepala Keluarga (KK) dari tiga kecamatan telah mengungsi ke rumah-rumah penduduk lainya yang tidak terkena banjir. Banjir yang melanda itu terjadi di Kecamatan Tanahputih, Rantau Bais dan Kecamatan Pujut. Di ketiga wilayah itu ketinggian air ada yang mencapai 4,5 meter. Hanya saja ribuan rumah penduduk di sana yang berada di pinggiran sungai Rokan berbentuk panggung rata-rata di atas 3 meter.Kendati rumah penduduk sebagian besar belum terendam air, tapi seluruh halaman rumah mereka sudah kebanjiran sepekan ini. Guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, sekitar 600 KK mengungsi."Saya sudah dua hari ini mengungsi ke rumah penduduk lainnya yang tidak banjir. Ini kita lakukan untuk menjaga kemungkinan terjadinya banjir yang lebih besar lagi," kata Ahmad, salah seorang warga Kecamtan Tanahputih kepada detikcom, Selasa (23/11/2004).Selain ratusan warga mengungsi, dilaporkan juga seorang bocah berusia 7 tahun tewas terbawa arus sungai Rokan. Masih menurut Ahmad, anak itu terbawa arus sungai saat bermain air di halaman rumahnya bersama anak-anak seusianya.Jalan PutusAkibat banjir ini, sejumlah jalan yang menghubungkan antarkecamatan juga terputus. Ketinggian air di badan jalan mencapai 2 meter. Hal yang sama juga terjadi di ruas jalan lintas timur Pekanbaru menuju Kota Pinang, Sumatera Utara.Ruas jalan yang padat arus lalu lintas menghubungkan kedua provinsi itu juga terendam air setinggi 1,5 meter. "Kendaraan pribadi tidak bisa melintas jalan tersebut, bus besar yang lewat pun harus berhati-hati," kata Ahmad.Dengan adanya banjir ini, warga juga tidak bisa pergi ke perkebunan karet mereka. Sekitar 1.700 hektar kebun karet masyarakat juga terendam air dengan ketinggian 1,5 meter. Ini belum lagi persawahan masyarakat yang juga jadi korban."Kami khawatir banjir susulan yang lebih besar lagi bakal terjadi di daerah kami. Sebab hinga saat ini cuaca mendung masih menyelimuti. Apalagi bagian hulu sungai kawasan hutan tidak ada lagi karena sudah dijarah cukong kayu," kata Henrijal, seorang warga lainnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads