Imparsial: TNI Bereaksi Dong Soal Teror Paket Ayam Busuk

Imparsial: TNI Bereaksi Dong Soal Teror Paket Ayam Busuk

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 14:39 WIB
Jakarta - TNI diminta memberikan reaksi terkait teror paket ayam busuk kedua kalinya yang mengatasnamakan TNI sehubungan dengan kasus meninggalnya Munir."Harusnya TNI bereaksi dong, dituduh kok diam saja," tukas Direktur Eksekutif Imparsial Rahlan Nasidik di kantornya jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Selasa (23/11/2004).Dari dua kali teror sejenis yang ada selalu dengan modus yang sama, yakni kiriman daging busuk disertai tulisan ancaman yang berbunyi: "Awas, jangan libatkan TNI dalam kematian Munir, mau menyusul seperti ini?""Teks ancaman tersebut akan membuat orang-orang berpikir pelakunya adalah TNI," ujar Rahlan. Sementara dirinya, lanjut dia, tidak yakin TNI ada di balik aksi teror tersebut. Karenanya dia meminta sebaiknya pihak TNI segera memberikan reaksi.Untuk teror kedua ini, sambung Rahlan, dirinya merasa tidak perlu melaporkannya ke Polsek Menteng selaku institusi kepolisian yang memiliki wewenang hukum di wilayah tersebut."Saya sudah menelepon Suyitno Landung (Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol). Tapi karena yang bersangkutan sedang rapat, maka pemberitahuan adanya aksi teror ini disampaikan melalui SMS," katanya.Menurut dia, pemberitaan melalui SMS tersebut sudah bisa dianggap sebagai laporan, dan seharusnya polisi bisa langsung bertindak cepat untuk memberikan tanggapan. Selain itu kasusnya sama dengan yang kemarin, di mana paket diterima istri Munir, Suciwati di rumahnya. "Jadi nggak perlu lah," tukas Rahlan.Paket diterima di Kantor Imparsial pukul 13.00 WIB dan baru dibuka pukul 13.30 oleh Rahlan Nasidik dan staf Imparsial Rusdi Marpaung. Paket tersebut berbentuk kardus yang dibungkus kertas semen warna coklat dengan ukuran panjang 22 cm, lebar 20 cm, tinggi 8 cm.Di dalamnya ada kotak stereoform putih ukuran panjang 19 cm, lebar 18 cm, tinggi 7 cm. Di dalam kotak itu terdapat potongan kepala ayam sampai leher, sepasang ceker ayam dan kotoran yang dibungkus dengan plastik transparan. Di tutup kotak itulah terdapat tulisan ancaman dengan print komputer.Paket ditujukan kepada istri Munir, Suciwati dengan alamat Kantor Imparsial jalan Diponegoro nomor 9 Jakarta Pusat. Sementara pengirimnya, nama yang tercantum Zulrizal Umar jalan Semeru X nomor 45 Bogor 16111."Sudah dicek alamatnya bohong, jalannya ada, nomornya nggak sampai segitu," tukas Rahlan. (sss/)


Berita Terkait