Cegah Malaria, Pemerintah Kelambunisasi Korban Alor
Selasa, 23 Nov 2004 14:18 WIB
Jakarta -
Kelambunisasi dilakukan pemerintah melalui Departemen Kesehatan berkaitan dengan banyaknya pasien dari korban bencana alam Alor yang tidur di luar ruangan. Kelambunisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan malaria serta demam berdarah. "Kita juga melakukan kelambunisasi, karena ada beberapa pasien yang tidur di luar. Mereka banyak yang digigit nyamuk, kita khawatirkan bulan-bulan ke depan akan terjadi ledakan malaria atau demam berdarah. Dan kita sudah kirim kelambu-kelambu untuk daerah Alor," jelas Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari setelah konferensi pers di gedung Departemen Kesehatan lantai 3, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (23/11/2004)Fadilah juga menambahkan bahwa para korban bencana alam Alor sudah mendapatkan tindakan emergency yang diberikan pemerintah melalui Departemen Kesehatan, Departemen Sosial serta Bakornas. "Untuk emergency, kita sudah memberikan obat-obatan dan makanan kira-kira 2 ton dan dengan Menteri Sosial serta Bakornas kita sudah menyalurkan dana sebesar Rp 1 miliar," terangnya. Seperti diketahui, gempa melanda Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat pagi (13/11/2004) sekitar pukul 05.26 WITA berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR). Gempa tersebut juga merenggut 34 korban tewas.Gempa juga memporak-porandakan fasilitas umum seperti gedung perkantoran sebanyak 127 unit rusak total, 71 unit rusak berat, dan 77 rusak ringan. Sedangkan rumah ibadah masjid dan gereja yang rusak total mencapai 114 buah, rusak berat 126 dan rusak ringan 52 gedung.
(ism/)










































