Muktamar NU akan Bahas DNA
Selasa, 23 Nov 2004 14:20 WIB
Semarang - Muktamar NU ke-31 18 November-2 Desember mendatang tidak hanya membahas internal organisasi atau pemilihan ketua umum. Sejumlah materi penting juga dibahas, termasuk soal DNA (Deoxyribose Nucleid Acid).Ketua PWNU Jawa Tengah (Jateng) Muhamad Adnan mengatakan, memang keinginan sejumlah pengurus untuk menjelaskan apakah tes DNA bisa menjadi landasan hukum nasab seseorang. Hal ini berkaitan dengan penentuan warisan dan hak perwalian."Materi DNA, kelihatannya lebih menonjol dibanding materi lainnya seperti konsep negara kesatuan Pancasila, keorganisasian, agama, atau materi lain yang juga diusulkan sebelum muktamar. Karena persoalan DNA berkaitan langsung dengan masyarakat," kata Adnan kepada wartawan di Kantor PWNU Jateng, Jl. DR Cipto Semarang, Selasa (23/11/2004).Adnan menyatakan, DNA telah menjadi wacana umum di tengah masyarakat Indonesia. Dia mencontohkan, dalam sehari ada puluhan orang Semarang yang tes DNA. Mereka ingin mengetahui garis keturunannya untuk menentukan porsi warisan, hak perwalian, atau status hukum lainnya.Ketika ditanya siapa pengusul pembahasan soal itu, Adnan mengaku tidak tahu persis. "Yang jelas, pengusulnya bisa dari (pengurus) cabang, wilayah, atau pun pusat," tandsanya.Beberapa waktu lalu, lanjut Adnan, kiai-kiai Jateng juga sempat berkumpul membahas permasalahan tersebut. Mereka mendatangkan ahli DNA dari Undip Semarang. Untuk itulah, keputusan hukum atas DNA akan dipertaruhkan di arena muktamar nantinya.Peserta Muktamar Mengenai jumlah peserta muktamar, Adnan menjelaskan panitia mengundang 422 cabang se-Indonesia, 6 cabang luar negeri, dan 30 pengurus wilayah dan pusat. Selain itu, panitia juga mengundang badan otonom NU, pengamat asing, ormas, orpol, dan lain sebagainya."Total peserta kami perkirakan mencapai 5000-an orang. Itu belum ditambah dengan para penggembira yang tidak terkalkulasi jumlahnya," tandas Adnan.Lelaki yang juga Pengajar FISIPOL Undip Semarang ini menyatakan, pihaknya tidak bertanggung jawab hadirnya penggembira di arena muktamar. Panitia tidak menyediakan akomodasi, transportasi, maupun konsumsi bagi mereka."Mereka diperbolehkan mengikuti acara, tapi bukan acara resmi seperti sidang komisi atau pleno," uajrnya pendek.Berdasar manual acara, pembukaan akan diselenggarakan pada 28 November pukul 08.00 WIB di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan hadir membuka acara. Sementara penutupan akan dilangsungkan pada 02 Desember oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.Selain menggelar acara resmi, panitia juga menyiapkan acara pendukung seperti bazar, tabligh akbar, pentas musik, dan bkati sosial. Untuk acara ini, panitia sudah memastikan adanya 100 kios, beberapa musisi dangdut, dan Ki Dalang Slank. Acara-acara ini akan diselipkan diantara acara resmi.
(asy/)











































