Ajang pameran penemu muda Indonesia ini digelar 14-15 November 2013. LIPI setiap tahun membuat acara ini untuk menemukan para penemu muda untuk kemudian diikutsertakan di ajang penemu internasional. Selain kategori temuan, ada juga karya ilmiah untuk siswa dan guru.
Dari 30 karya yang dipamerkan, ada 'iBlind'. Ini adalah sebuah alat yang didedikasikan untuk para kaum tunanetra yang hendak berkomunikasi via telepon genggam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, Hanif pun tergerak untuk membuat alat yang bisa membantu tetangganya tersebut. Sebuah mekanisme yang bisa mengubah teks digital jadi sebuah kode braile.
"Tapi yang baru saya temukan baru mekanisme kerjanya, dalam bentuk asli HP belum," imbuhnya.
Meski masih terbilang sederhana, temuan Hanif ini patut diacungi jempol. Sebab bisa jadi sebuah awal dari temuan alat yang lebih canggih. Saat ini, Hanif baru membuat prototipe dalam bentuk 'tablet'.
"Biasanya kan kalau braile huruf timbul, ini saya ganti pakai lampu. Misalnya saya susun enam lampu, kalau huruf A, satu lampu yang nyala," jelas siswa kelas XII ini.
(mad/nrl)










































