Menneg LH Minta Warga Bojong & Pihak Terkait Duduk Bersama
Selasa, 23 Nov 2004 13:31 WIB
Jakarta -
Menteri Negera Lingkungan Hidup (Meneg LH) Rachmat Witoelar menilai insiden di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Bogor, Jawa Barat akibat kurangnya sosialisasi kepada warga. Rachmat minta agar pihak terkait mulai Pemda DKI, DPRD Bogor, duduk bersama warga untuk mencari solusi."Kejadian Bojong adalah akibat kurangnya sosialisasi kepada masyarakat sekitar. TPST Bojong konon memiliki teknologi yang sangat canggih sehingga dalam pengolahan sampah tidak akan menimbulkan bau dan kotor bagi masyarakat sekitar," kata Rachmat Witoelar.Hal itu disampaikan Rachmat usai halal bi halal di kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jl. DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (23/11/2004). Pernyataan itu untuk menanggapi insiden yang terjadi di TPST Bojong, Senin (22/11/2004) kemarin yang menyebabkan 7 warga luka tembak. Menurut Rachmat, pembanguann TPST Bojong sudah memenuhi prosedur. "Jadi sudah sesuai dengan Amdal dan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR)," jelasnya. PT Wira Guna Sejahtera (WGS) sebagai pengelola telah menyiapkan dana ganti rugi untuk merelokasi masyarakat jika terjadi polusi yang mengganggu masyarakat.
(iy/)










































