Warga Sangkal Ada Penyusup dalam Rusuh TPST Bojong
Selasa, 23 Nov 2004 12:59 WIB
Bogor - Warga desa yang menolak keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Bogor, menyangkal aksi Senin kemarin disusupi oknum tertentu sehingga meledaklah kerusuhan."Aksi kemarin tidak ada yang menunggangi. Di sini warganya kompak. Tidak hanya warga Bojong saja, tapi ada juga warga Desa Cipeuncang, warga Desa Situsari, Desa Singasari, dan semuanya warga sini. Jadi tidak ada orang-orang luar," cerita seorang pria paruh baya, warga Desa Cipeuncang, Kec Kelapanunggal, Bogor, dalam bahasa Sunda di sekitar TPST Bojong, Selasa (23/11/2004). Untuk alasan keamanan, warga itu enggan menyebut identitasnya."Di sini memang ada pro kontra. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Tapi, katanya, warga Bojong di sini banyak yang menolak. Karena tidak sesuai dnegan kesepakatan awal. Mereka dulu izinnya untuk membangun pabrik keramik. Tapi nyatanya sekarang kok jadi tempat sampah," urai warga itu.Pada siang ini, puluhan warga dan mayoritas kaum ibu, berkumpul di salah satu rumah warga di Desa Bojong, 20 meter dari TPST Bojong. Di rumah itu tampak dua spanduk bertuliskan "Hanya satu kata, tutup TPST Bojong" dan "Posko Pembelaan Korban TPST Bojong.""Tadi ada yang ngasih tahu suruh kumpul-kumpul, tapi ternyata nggak jadi," kata warga itu.Dia menceritakan, banyak warga yang mengaku anggota keluarganya belum pulang. "Ya kita cuma ingin kejelasan saja. Kalau memang ditangkap polisi, kasih tahu tempatnya. Jangan seperti ini, tidak jelas ada di mana, apakah dibuang, atau ditangkap," paparnya."Tapi kalau warga saya, tidak ada. Semua kembali ke rumah. Cuma saya lihat orang laki-laki Desa Bojong hari ini tidak kelihatan," sambung warga tersebut.
(nrl/)











































