Korban HAM Turunkan Bendera Komnas Jadi Setengah Tiang

Korban HAM Turunkan Bendera Komnas Jadi Setengah Tiang

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 12:34 WIB
Jakarta - Sekitar 30 orang yang tergabung dalam Komunitas Korban dan Keluarga KorbanPelanggaran HAM menurunkan bendera Merah Putih yang berkibar di halaman depan kantor Komnas HAM, Jl.Latuharhary 4B, Jakpus, Selasa (23/11/2004).Penurunan bendera itu sebagai tanda dukacita atas meninggalnya pejuang HAM, Munir, yang diduga karena diracun arsenik. Penurunan bendera itu diiringi nyanyian "Gugur Bunga". Para pendemo datang sekitar pukul 10.50 WIB dan diterima oleh pengurus Komnas sejam kemudian.Dalam audiensinya, Komunitas Korban dan Keluarga Korban Pelanggaran HAM itu menuntut Komnas HAM melakukan pemantauan atas kinerja Polri dalam penyelidikan dugaan pembunuhan Munir.Mereka menuntut agar Komnas HAM mendesak pemerintah agar memberikan perlindungan fisik dan hukum kepada semua aktivis pembela HAM. Mereka yang beraudiensi merupakan perwakilan keluarga korban penghilangan paksa, korban peristiwa 1965-1966, korban Tj Priok, korban peristiwa Mei 1998, korban Triksakti, Semanggi I dan II, korban Aceh dan juga dihadiri Direktur Operasional Imparsial Rusdi Marpaung.Para keluarga korban pelanggaran HAM ini diwakili Koordinator Ikohi, Mugiyanto, yang diterima oleh Ketua Sub Komisi Hak Sipil dan Politik Komnas HAM Lies Sugondo dan anggota Komnas HAM MM Billah.Dalam pernyataan sikapnya, Mugiyanto mendesak Komnas HAM untuk melakukan pemantauan atas kinerja Polri dalam menyelidiki kasus Munir. Juga mendesak pemerintah membentuk tim penyelidikan independen untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas kasus Munir, termasuk juga menuntut pemerintah memberikan perlidungan fisik dan hukum kepada aktivis HAM."Dengan meninggalnya Munir juga dengan diketahuinya hasil otopsi yang mengandung racun arsenik, disimpulkan bahwa Munir dibunuh. Pemunuhan itu merupakan pembunuhan terjadap usaha penuntasan pelanggaran HAM di masa lalu dan penegakan perlindungan HAM dan demokrasi," tegas Mugiyanto.Menurutnya, pembunuhan terhadap Munir adalah pembunuhan politik yang sangat keji dan patut dikutuk. Para korban pelanggaran HAM juga menuntut agar pemerintahan SBY-Kalla untuk segera mengungkap kasus ini. "Bila tidak, maka janji-janji SBY-Kalla untuk menegakkan hukum dan HAM adalah janji bohong. Terungkapnya pembunuhan Munir adalah barometer ada dan tidaknya kemauan dan kemampuan SBY-Kalla dalam penegakan HAM," tukasnya.Sementara itu, sejumlah perwakilan komunitas korban dan keluarga korban pelanggaran HAM menilai, kinerja Komnas HAM selama ini kurang bagus. Karena selama 3 kali pergantian kepemimpinan nasional, Komnas HAM kinerjanya tidak maju-maju bahkan pengaduan para korban hanya ditampung begitu saja, tidak banyak tindak lanjut yang dihasilkan.Dalama aksinya, pendemo membawa sejumlah spanduk. Antara lain beruliskan, "Tangkap dalang pembunuh Munir," "Lindungi pejuang HAM", "Komnas HAM bertanggung jawab terhadap pembunuhan Cak Munir", "Mana gigimu Komnas HAM", "Ungkap dalang pembunuh Munir." Mereka juga membawa poster-poster bergambar Munir. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads