Diiringi Bising Suara Knalpot, Murid SMP 56 Belajar di Emper Ruko

Diiringi Bising Suara Knalpot, Murid SMP 56 Belajar di Emper Ruko

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 12:12 WIB
Jakarta - Belajar di emper ruko. Itulah yang dilakukan murid-murid SMP 56 Melawai, setelah mereka digusur dari gedung SMP 56 Melawai. Mereka belajar dengan santai, meski diiringi suara bising knalpot kendaraan. Udara yang mereka hirup juga tidak bersih, karena penuh polusi. Mereka belajar sejak pukul 07.30 WIB, Selasa (22/11/2004) di emper dan halaman ruko di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang kosong. Tepatnya, ruko ini terletak di seberang Hotel Melawai. Tempat belajar itu juga sangat dekat dengan jalan raya. Karena itu, suara bising kendaraan yang lalu lalang di jalan itu, terdengar nyaring di tempat belajar itu. Saat detikcom menengok ke tempat belajar darurat itu, murid-murid yang berjumlah sekitar 95 orang itu tampak santai dan seksama mengikuti pelajaran yang diampu oleh guru. Para murid itu dibagi dalam dua kelas, yaitu kelas 1 dan kelas 2. Selain ada Ibu Guru Nurlela, yang terus memperjuangkan keberadaan SMP 56 Melawai, juga ada dua guru honorer yang membantunya. Para murid juga tetap menggunakan seragam SMP 56 Melawai, baju putih dan bawahan biru. Beruntung, hari ini cuaca agak mendung. Para murid tidak terlalu tersengar sinar matahari. Maklum, sekolah darurat ini beratapkan langit. Mereka juga belajar sambil duduk lesehan, tanpa alas. Pada pukul 11.30 WIB, kelas 2 SMP sedang menerima pelajaran ekonomi. Pada pagi hari, mereka menerima pelajaran olah raga. Rencananya, proses belajar mengajar ini akan usai pukul 12.30 WIB. Terlihat juga dalam proses belajar ini adalah para orang tua murid. Jumlahnya puluhan. Mereka sengaja menunggu dan memantau proses belajar mengajar itu. Kedatangan mereka juga untuk memberikan solidaritas dan semangat terhadap perjuangan SMP 56 Melawai. Sementara itu, di gedung SMP 56 Melawai, tampak sepi. Hanya ada sejumlah petugas dari Dinas Pendidikan Dasar yang bertugas untuk menerima pendaftaran murid-murid SMP 56 yang mau pindah ke sekolah negeri di Jakarta. Sementara puluhan petugas keamanan berjaga-jaga di luar gedung sekolah. Pendaftaran murid-murid SMP 56 Melawai ini sendiri sudah dibuka sejak Senin (22/11/2004) kemarin. Namun, Zainal dari Dinas Pendidikan Dasar, mengaku, sampai sekarang baru 3 murid yang sudah mendaftar. Pendaftaran ini gratis dan akan ditutup sampai 26 November 2004. Murid-murid yang mendaftar dan mau pindah ke sekolah negeri lain akan mendapatkan beasiswa sampai tamat SMP. Meski begitu, tampaknya para orang tua murid SMP 56 tidak berminat dengan tawaran ini. Joni, salah seorang orang tua murid yang menjadi Ketua Komite SMP 56 Melawai mengaku tidak tertarik dengan tawaran itu. "Yang kami persoalkan, bukan soal pendaftaran atau penyaluran. Yang kami tagih adalah proses hukum. Bukan dengan kekuasaan. Biar pengadilan yang menentukan," kata dia. (asy/)


Berita Terkait