"Pernah dia (Widodo) menawarkan membantu untuk DPR itu. Saya sebutkan angka, tapi itu tidak terjadi," kata Rudi yang bersaksi untuk komisaris PT KOPL Indonesia, Simon Tanjaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Saat berkomunikasi, Rudi menyebut jumlah uang THR yang harus disiapkan sebesar US$ 200 ribu. Namun Rudi membantah duit ini diberikan Widodo saat bertemu di gedung Plaza Mandiri pada 26 Juni 2013. "Tidak jadi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, duit ini berasal dari Deviardi karena dirinya pernah mengeluhkan adanya permintaan uang THR oleh komisi bidang energi tersebut. Tapi Rudi mengaku tak tahu menahu asal usul duit yang diterima untuk diserahkan ke Senayan. "Deviardi menawarkan iyalah nanti saya cari," katanya.
Saat dikonfrontir Deviardi membantah menawarkan duit ke Rudi. Dia menegaskan pemberian duit US$ 200 ribu itu merupakan permintaan Rudi dari total US$ 700 ribu yang diberikan konsultan minyak dan gas Febri Prasetyadi. "Uang itu uang dari Singapura dari Febri," ujar pelatif golf Rudi ini.
(fdn/mad)










































