"Nantinya hasil jajak pendapat ini kita ajukan kepada pemerintah untuk masukan kebijakan. Tapi kita akan tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat juga melalui media populer," ujar Kepala BATAN, Djarot Wisnubroto saat Jumpa Pers di Gedung JDC, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (28/11/2013).
Media populer digunakan sebagai 'serangan balik' pihak-pihak yang mengkampanyekan anti nuklir. Salah satu grup musik papan atas Indonesia bahkan membuat video klip bertajuk "anti-nuklir".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian BATAN juga fokus untuk mempertahankan masyarakat yang berpandangan positif terhadap nuklir. Pihaknya menilai teknologi nuklir dapat menjadi solusi ketahanan energi Indonesia.
"Kecenderungan yang terjadi adalah, mayoritas masyarakat setuju dengan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), tapi mereka khawatir bila PLTN tersebut dibangun di wilayahnya," sebutnya.
Survei dilakukan dengan metode multistage cluster random sampling dengan 3000 responden dari seluruh Indonesia dan tingkat kepercayaan 95%. Sebanyak 76,5% masyarakat setuju terhadap perkembangan teknologi nuklir di Indonesia.
Dari masyarakat yang setuju tersebut, sebanyak 60,4% menghendaki adanya PLTN. Sedangkan untuk kesehatan 42,80%, peternakan 30%, dan pangan 29,50%.
(bag/gah)










































