Walang bin Kilon (54) sangat terkenal di kampungnya di Subang dengan sebutan "Haji Walang", meski dia belum naik haji. Pengemis tajir itu mengaku mengemis karena untuk membayar cicilan ongkos naik haji, rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi yang mampu.
"Saya (mengemis) kepepet buat bayar haji," ujar Walang saat berbincang-bincang dengan wartawan di Panti Sosial Bina Insan, Cipayung, Jaktim, Kamis (28/11/2013). Walang dihadirkan bersama rekan mengemisnya, Sa'aran (60). Petugas panti juga membeberkan uang Walang yang ditemukan saat merazia pengemis yang mencapai Rp 25 juta.
Walang yang mengenakan baju panti berwarna hijau berbicara lancar dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Sementara Sa'aran berbicara dalam bahasa Sunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walang juga mengaku akan naik haji pada 2019 mendatang. Dia sudah menyetor uang Rp 2 juta ke yayasan haji itu untuk kemudian disetorkan ke bank BUMN.
"(Mengemis) Buat naik haji nanti," ujarnya.
Petualangan Walang dan Sa'aran harus berhenti tatkala ditangkap petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, pada Selasa (26/11/2013) malam. Keduanya kini diinapkan ke Panti Sosial Bina Insan, Cipayung, Jaktim.
(nwy/nrl)











































