Akbar Tidak akan Jegal Calon dari Luar Struktur DPP

Akbar Tidak akan Jegal Calon dari Luar Struktur DPP

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2004 10:34 WIB
Badung - Para kandidat ketua umum Golkar sudah mempersiapkan strategi. Akbar Tandjung, ketua umum Partai Golkar saat ini, tampaknya masih berminat untuk mempertahankan posisinya. Namun, Akbar menegaskan tidak akan menjegal calon dari luar struktur DPP. Hal ini disampaikan Akbar Tandjung kepada wartawan sebelum membuka acara Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) Partai Golkar Bali di Hoptel Sahid, Kuta, Badung, Bali, Selasa (23/11/2004).Menurut Akbar, dirinya tidak akan menjegal siapa pun yang akan maju sebagai calon ketua umum Golkar. Akbar juga membantah kubunya telah mempermainkan tata tertib (tatib) untuk menjegal calon dari luar struktur DPP. "Pokoknya kita berpegang pada AD/ART dan perruran organisasi. Tidak ada upaya untuk menjegal seseorang. Semua organisasi juga mempunyai hak dan ketentuan seperti itu. Saya nothing to loose. Soal melarang orang ayau memblok orang untuk menjadi calon, sama sekali tidak ada. Itu wajar dalam organisasi," kata dia.Informasi yang didapatkan detikcom, saat ini kubu-kubu yang akan merebut orang nomor satu di Golkar sudah berancang-ancang membuat strategi. Kabarnya, kubu Akbar yang menjadi panitia Munas, sudah membuat draft mengenai sejumlah pasal dalam tatib, terkait pemilihan ketua umum Golkar. Antara lain, DPD-DPD II tidak akan diberi hak suara dalam pemilihan di Munas nanti. Selain itu, calon ketua umum Golkar memiliki syarat pernah menjadi pengurus Golkar dan telah menjadi anggota Golkar dalam waktu tertentu. Permainan tatib ini diduga untuk menjegal Wiranto yang dipastikan akan mencalonkan diri. Ingat, meski berasal dari luar struktut, Wiranto adalah pemenang konvensi Partai Golkar beberapa bulan lalu, mengalahkan Akbar Tandjung. Terhadap hal ini, Akbar menilai bahwa DPD-DPD II tidak memiliki suara itu, karena memang sudah sesuai AD/ART. "Soal Munas, sepenuhnya berpegang pada AD/ART partai. Itulah yang menjadi landasan kita pada Munas. Seandainya Munas nanti melakukan perubahan pada AD/ART, memang itulah tempatnya. Itulah yang jadi pedoman partai untuk perjalalan lima tahun ke depan," kata dia. Akbar juga mengaku dirinya tidak akan mempengaruhi DPD-DPD untuk memberikan dukungan kepada dirinya. "Saya yakin DPD sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang siapa tokoh yang pantas memimpin Partai Golkar," ujarnya.Pada kesempatan itu, Akbar juga mengaku tidak keberatan bila Jusuf Kalla juga ikut bertarung memperebutkan ketua umum Golkar. "Saya gak apa-apa, saya tidak keberatan. Silakan serahkan semua pada Munas," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads