"Di kelas III itu ada 8 keranjang sampai 10 ranjang, 1 kamar mandi, kamu mau tidur susah, atau sebelah mati lagi, pusing kamu, kira-kira gitu kan. Terpaksa kalau tidak ada uang, ambil kelas tiga, Anda bisa," ujar Ahok di Balai Pertemuan Blok G, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Ahok mengatakan hal tersebut menjawab pertanyaan seorang siswi kelas 9 SMP Bakti Mulya, Jakarta Selatan, bernama Nisa. Nisa bersama puluhan teman satu sekolahnya melakukan kunjungan ke Balai Kota DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok memberikan standar sederhana untuk warga yang layak mendapatkan KJS, yakni bersedia dirawat di ruang inap kelas III rumah sakit. Menurutnya, tidak banyak orang yang memiliki uang namun bersedia dirawat di ruang inap kelas III.
Ahok menuturkan, penggunaan KJS untuk tahun 2014 nanti akan menggunakan sistem rayonisasi. "Jadi kalau saya tinggal di Pluit, saya dirujuk di Puskesmas Pluit, Atmajaya, atau Koja, saya nggak bisa bilang 'nggak nggak saya mau ke Tarakan'," jelasnya.
"Sehingga KJS ini kami yakin salah satu yang dapat membuat orang miskin bisa berobat. Kedua pengusaha kecil menengah yang punya modal pas-pasan dan sudah bagus kerjanya jangan disalahtafsirkan dengan yang mampu, nanti orang bilang dia sudah punya mobil kok pakai KJS, punya mobil kalau buat usaha ya nggak apa-apa. Kalau dia kaya mana mau dia masuk kelas III pasti milih kelas VIP," tutupnya.
(fan/rmd)










































