"Komet ISON saat ini jaraknya 1,1 juta kilometer dengan matahari dan merupakan jarak jarak terdekatnya," kata peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Thomas Jamaludin kepada detikcom, Kamis (28/11/2013).
Thomas mengatakan, jarak yang dekat ini menyebabkan komet tersebut mendapatkan pemanasan yang luar biasa, selain itu ISON juga mendapatkan tekanan dari angin matahari. "Kemungkinannya dua komet ini bisa bertahan atau hancur berkeping-keping akibat panasnya matahari," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ISON bisa bertahan dari panasnya matahari maka komet ini bisa dilihat warga Jakarta mulai 1 Desember hingga menghilang. Komet ini akan terlihat pada pagi hari, menjelang matahari terbit.
"Kalau tetap utuh maka bisa terlihat mulai 1 Desember mendatang," katanya.
Dennis Bodewits peneliti ruang angkasa dari Universitas Maryland Amerika Serikat mengatakan ISON berpeluang menjadi komet paling terang selama 50 tahun terakhir ini. "Komet ini memiliki peluang tersebut," kata Dennis seperti dikutip dari CNN.
(nal/nrl)










































