Seorang petugas keamanan kampung dan juru parkir tega menyiksa seorang mahasiswa Widya Pratna (22). Motif pelaku kesal karena korban disangka yang membawa anak pelaku ke puncak.
Kedua pelaku tersebut bernama Hasanudin alias Pelor (40) dan Edi Sarwono alias Edi (37). Peristiwa pengroyokan itu terjadi Senin (25/11/2013) sekitar pukul 19.00 WIB. Sementara korban Widya disiksa di Jalan H. Juhri, Komplek Pajak, RT 006 RW 08, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.
"Tersangka Hasanudin menjemput korban di rumahnya. Pas di tengah jalan, Hasanudin sempat mampir dulu ke minimarket dekat kampus Mercu Buana untuk mengajak lagi rekannya Edi, ketiganya lalu melanjutkan perjalanan ke lapangan pajak," kata Kapolsek Kembangan Kompol Herru kepada wartawan, Rabu (27/11/2013) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana korban diikat kedua tangannya dengan tali tambang dan diseret, tidak jelas berapa jauh, seingat korban cukup jauh. Kemudian korban digantung di pohon besar kurang lebih 3 meter," ungkap Herru.
Selama kurang lebih 1 jam, korban diturunkan dari pohon. Setelah puas memukuli, korban disuruh pulang ke rumahnya.
"Usai tiba di rumah, korban kemudian melapor ke polisi. Tak kurang dari 6 jam kedua pelaku berhasil kami bekuk di rumahnya masing-masing," tegas Herru.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka bakar pada mata kaki sebelah kanan, lecet pada kedua tangan, lecet pada lutut sebelah kanan, dada sakit, dan sesak nafas.
Kini kedua Jawara tersebut mendekam di balik jeruji Polsek Kembangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Polisi menyita beberapa barang bukti seperti, satu unit sepeda motor Honda Supra Fit bernopol B 6678 BPW, serta seutas tambang plastik biru sepanjang 5,5 meter.
(spt/ahy)











































