Kapolri Kunjungi TPST Bojong
Selasa, 23 Nov 2004 09:40 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar, Selasa (23/11/2004) pagi ini mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kemarin (22/11), lima warga yang menentang pengoperasian TPST Bojong kena tembak akibat bentrok dengan aparat.Setelah acara halal bihalal dengan keluarga besar Mabes Polri, Da'i bersama Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung, dan Kadivhumas Irjen Pol Paiman berangkat ke TPST Bojong sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka menumpang sebuah helikopter.Senin (22/11) siang, ratusan warga yang menentang pengoperasian TPST Bojong bentrok dengan aparat. Mereka berasal dari desa-desa di sekitar kawasan TPST.Awalnya, ratusan warga itu bergerak mendatangi lokasi pabrik. Sesampainya di lokasi, mereka melempari pintu gerbang dengan batu. Setelah pintu gerbang terbuka, massa yang sebagian membawa kayu masuk dan melakukan pelemparan. Selain itu, mereka juga melakukan pengerusakan benda-benda yang berada di areal pabrik.Aparat kepolisian sempat kewalahan menahan laju massa. Mereka baru dapat menguasai keadaan setelah bantuan datang. Polisi mengejar massa yang lari menyebar hingga ke rumah warga. Beberapa dari mereka memukul atap rumah warga. Beberapa warga histeris karena ketakutan.Bentrokan warga dengan aparat itu menelan korban. Lima orang warga menderita luka tembak dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Mereka dirawat di RS Ibu dan Anak Mary Cileungsi serta RS MH Thamrin.Pasca bentrokan, beberapa warga Desa Bojong, Klapanunggal, Bogor mendatangi Mabes Polri, sekitar pukul 19.00 WIB. Didampingi sejumlah aktivis LSM dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Imparsial dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Tertindas (Kontras), mereka meminta penyisiran terhadap warga dihentikan.Kedatangan mereka ditemui Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Suyitno Landung. "Kami meminta agar polisi menghentikan penyisiran malam ini, dan dilakukan tindakan hukum terhadap mereka yang telah melakukan penganiayan dan penembakan. Suyitno Landung mengatakan, akan melakukan pengecekan ke lapangan," kata Indri dari Kontras.Hingga pukul 21.00 WIB, situasi di Desa Bojong, Klapanunggal, Bogor, masih mencekam. Aparat kepolisian hilir mudik di bekas lokasi kerusuhan. "Masih ada 2 truk yang hilir mudik di desa Bojong. Warga menjadi takut keluar rumah. Situasi masih mencekam," ungkap Slamet dari Walhi yang menjadi pendamping warga Bojong. Menurut Slamet, hingga kini sebanyak 33 warga ditangkap aparat kepolisian. Dari jumlah itu, seorang diantaranya pelajar kelas 1 SMU.
(dit/)











































