Bagi Komisaris Polisi Agustin Susilowaty polwan berjilbab tidak akan mengurangi ketegasan dan kewibawaan seorang polwan. βItu tidak mengganggu aktivitas. Enggak ada pengaruhnya," kata Agustin kepadsa detikcom, Selasa (26/11).
Sebab, kata Kasubbag Min Lantas Polda Metro Jaya ini ketegasan dan wibawa itu bukan diukur dari berjilbab atau tidak. "Justru dengan berjilbab ada positifnya sebab mengurangi hal-hal kemungkinan polwan itu berbuat hal negatif,β tegas Agustin.
Menguatkan pandangan Agustin, Kanit Binkamsa Polresta Tangerang, Ajun Komisaris Polisi Dody menyatakan justru dengan berjilbab dapat menambah kewibawaan seorang polwan. βBisa mengurangi atau meminimalisir kemungkinan untuk melakukan hal-hal tercela," kata Dody saat berbincang di Jakarta, Selasa (26/11).

Bicara soal wibawa, Irwan, 35, seorang warga Depok menilai wibawa seorang polwan tidak dipengaruhi oleh jilbab saat bertugas. βItu balik lagi ke personalnya, kalau passion-nya memang polisi ya pasti bisa kelihatan wibawanya sebagai polisi,β ujar dia kepada detikcom, Selasa (26/11).
Polwan yang sudah mengenakan jilbab pun, menurut Irwan, dinilai tidak jadi masalah jika ditugaskan ke lapangan, misalnya menjadi polisi Lalu Lintas.
Sementara itu anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan polwan dengan berjilbab juga diharapkan bisa memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat. "Agar bisa menjaga integritas Polri," kata Didi kepada detikcom, Selasa (26/11).
Adapun Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F. Sompie mengatakan Mabes Polri tidak akan membatasi penggunaan jilbab di beberapa divisi saja. Artinya, polwan di seluruh divisi diperbolehkan mengenakan jilbab.
Dia menekankan, yang penting asalkan tidak mengganggu tugas kerja polwan sehari-hari. Ia pun berharap kinerja polwan di kepolisian bisa lebih maksimal.
(brn/brn)











































