Pengawasan Distribusi Bantuan Gempa Alor Diperketat
Selasa, 23 Nov 2004 00:33 WIB
Jakarta - Pengawasan penyaluran bantuan kepada korban gempa bumi Alor di Nusa Tenggara Timur (NTT) diperketat. Tujuannya untuk menghindari kebocoran. Hal itu diungkapkan Menko Kesra Alwi Shihab di Kantor Menko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (22/11/2004). "Saat ini, pemberian bantuan sudah tidak ada masalah lagi. Sebelumnya ada masalah dalam pendistribusian. Sulit mendistribusikan sampai titik yang penting," ujarnya. Menurut Alwi, hari ini melalui Bakornas pihaknya telah mentransfer dana sebesar Rp 300 juta. Dana itu untuk memperlancar jalannya distribusi bantuan misalnya untuk perbaikan jalan. Sementara, Dubes Jepang untuk Indonesia Yutaka Iimura mengatakan pemerintahnya siap bekerja sama dengan pemerintah RI untuk menangani gempa bumi di Indonesia. Salah satu caranya dengan melakukan workshop atau pelatihan penanganan gempa bumi. Hingga kini, bantuan gempa Alor yang masuk ke Kantor Menko Kesra berasal dari USAID USD 50.000, DPR RI NTT (Rp 100 juta), Bakornas PBP (Rp 500 juta), mensos (Rp 500 juta), menkes (Rp 50 juta) dan RRC (USD 50 ribu) Ketum PDIP Megawati (Rp 100 juta). Selain itu, Jepang USD 124 ribu (Rp 1,12 miliar) dan Australia (50 ribu dolar Australia). Selain uang, bantuan dari Jepang juga berupa 90 tenda 4X4m, 1000 matras, 30 rol tikar plastik 4X50m dan 500 buah selimut.
(rif/)











































