Selain orasi, massa menggelar aksi teatrikal. Mereka memerankan penanganan pasien hamil, lalu dokter ditangkap polisi, hakim, dan jaksa.
"Niat kami mulia, hanya untuk menolong sesama. Tidak usah bicara kesehatan gratis, itu sudah kami lakukan sejak kami pertama jadi dokter. Kita tidak pernah mengeluh kalau tidak dibayar, tidak usah bicara resiko kena HIV atau hepatitis, semua kami sadari, tapi harkat dan martabat diinjak-injak. Kita menolak ketidakadilan yang menimpa rekan sejawat kami di Manado," ujar dr Maisuri Chalid Sp.OG, dosen bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam orasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mogok selama dua hari, tapi pasiem emergency tetap akan kami layani," ujar dr Nasruddin Sp.OG, dokter spesialis kandungan di RSB Khadijah Makassar dan Pembantu Dekan III Kedokteran UMI Makassar.
Sebelum meninggalkan kantor Kejati Sulsel, para dokter membacakan Sumpah Hipokrates yang menekankan keluhuran profesi kedokteran.
Aksi tersebut digelar sebagai solidaritas terhadap dr Dewa Ayu Prawani, dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian. dr Ayu dijebloskan ke Rutan Mandeleng Manado, Jumat (8/11) lalu. Oleh MA, ia dinilai bersalah saat melakukan operasi caesar terhadap seorang pasien Julia Fransiska Makatey (26) di RS Prof Kandouw, Manado, 2010 silam. Rekan setim dr Ayu, yakni dr Hendry Simanjuntak juga dijebloskan ke rutan yang sama, Senin (25/11) kemarin. Sedangkan Hendry Siagian masih jadi DPO.
(mna/trw)










































