1. Gong Jokowi
|
|
Aksi dukungan dimulai pada pukul 11.00 WIB di depan halaman Kantor Pos Besar Yogyakarta, Jl Senopati, Minggu (24/11/2013). Massa yang merupakan gabungan dari berbagai elemen ini berasal dari beberapa daerah di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.
Sebagian orang mengenakan pakaian kotak-kotak seperti yang dikenakan Jokowi saat maju dalam Pilgub DKI. Gong Jokowi merupakan singkatan dari 'Gotong Royong untuk Jokowi'.
Saat aksi berlangsung, 2 spanduk warna merah masing-masing sepanjang 4 meter dibentangkan di depan peserta. Spanduk itu bergambar Jokowi dengan kemeja kotak-kotak dan bertuliskan "Deklarasi Gong Jokowi, Gotong Royong untuk Jokowi".
"Kita membutuhkan pemimpin bangsa dan negara seperti Jokowi yang saat ini menjabat sebagai gubernur DKI. Dia benar-benar mau mendengarkan dan mengerti kepentingan rakyat," kata Supriyanto, salah satu peserta aksi dalam orasinya.
Menurut dia, sosok Jokowi adalah seorang pemimpin yang benar-benar berisi dan punya visi dan komitmen yang jelas. Dia sosok pemimpin yang mau bekerja dan berpihak pada kepentingan rakyat.
"Menthes atau berisi, itu dalam Bahasa Jawanya," tegas Antok panggilan akrabnya.
Koordinator aksi Erwin Razak menyatakan pihaknya akan mengirim surat kepada beberapa tokoh masyarakat Betawi seperti Ridwan Saidi di Jakarta untuk meminta kerelaan agar Jokowi tidak hanya melayani warga DKI Jakarta saja, tapi juga seluruh rakyat Indonesia.
Lalu apa reaksi Gubernur DKI Jokowi atas pendeklarasian itu?
"Apanya gong. Wilayah politik tanyakan ke DPP. Wilayah politik ke Ibu Ketua Umum," ujar Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2013).
Jokowi tidak mau berpolemik atas dukungan warga di daerah yang terus mengalir padanya. "Tanyakan ke yang mendukung," tuturnya.
2. Dua Pria Ganteng
|
|
"Dua-duanya ganteng," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2013).
Jokowi juga sudah melihat tampilan di website tersebut. Di wesbite tersebut tampak foto Jokowi dan Prananda yang mengenakan kemeja warna putih. Hal itu yang kemudian dipuji Jokowi.
"Itu kan ada foto yang baju putih itu? Dua-duanya ganteng," katanya.
Sementara itu, dalam website jokowiprananda.com tersebut ada slogan 'Jalan Perubahan' yang disinyalir merupakan singkatan dari JP atau Jokowi Prananda. Namun Jokowi tidak mengetahui maksud slogan tersebut.
"Nggak ngerti, tanya sama yang bikin situs Jalan Perubahan itu apa?" kata Jokowi.
Situs jokowiprananda.com sebenarnya hanya berisi welcome page, belum ada content-nya. Di tampilan situs itu, Jokowi yang berfoto dengan Prananda yang juga Ketua Situation Room PDIP. Pakaian yang dikenakan keduanya senada, kemeja warna putih yang jadi pakaian favorit Jokowi ketika berkunjung ke warga.
Kemudian ada inisial 'JP' warna merah putih dan tulisan Joko Widodo dan Prananda Prabowo yang melingkar. Ada juga kalimat Jalan Perubahan, kepanjangan dari inisial 'JP' Di bawah logo itu, terdapat tulisan Jokowi berwarna merah dan Prananda berwarna putih. Tak lupa tulisan 'Jalan Perubahan' berwarna hitam di bawah tulisan 'JokowiPrananda'.
Diketahui, domain situs jokowiprananda.com itu sudah terdaftar sejak 7 Agustus 2013. Penampakan Jokowi dan Prananda yang perdana terjadi pada 5 Oktober 2013. Kala itu keduanya bersama Megawati blusukan di waduk dan makan di warteg. "Ya tanya Ibu (Mega-red) dong, kok tanya saya," ujar Jokowi saat ditanya pers esok harinya tentang kemuculan Prananda tersebut.
Setelah beberapa hari welcome page itu eksis, website itu berubah menjadi halaman hitam dan tulisan 'biarlah waktu yang menjawab'.
3. Kaus Jokowi Tanpa Order
|
|
Ini dikisahkannya saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/11/2013). Suatu hari Ribka berjalan-jalan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia hendak memesan kaus bola kepada salah satu pedagang di sana.
"Ketika aku pesan kaus bola di Tanah Abang, ada salah satu partai politik yang pesan dua juta kaus! Bayangkan," kata Ribka.
Namun keheranan Ribka terhadap orderan kaus parpol lain itu sirna seketika. Meski mencetak jutaan kaus parpol lain, pedagang itu lalu menunjukkan kecintaannya pada Jokowi. Pedagang itu rela mencetak kaus Jokowi tanpa diorder!
"Si pedagang itu bilang ke saya, Ibu kan dari PDIP, sudah nggak usah pusing. Kalau PDIP nyalonin Jokowi jadi presiden, nggak usah pesan kaus! Kita yang bikin kaus sendiri masing-masing untuk dukung Jokowi!" tutur Ribka menirukan kata-kata pedagang itu.
Ribka sontak tertawa mendengar kata-kata pedagang itu. Bukan hanya pengalaman di Tanah Abang, bahkan dukungan terhadap Jokowi juga datang dari pelosok Nusantara.
"Ada juga orang nawar-nawarin suvenir Jokowi di Sukabumi. Di Timika Papua, itu ada yang teriak ke saya, 'Kakak...Kakak, mana Jokowi,' mereka teriak-teriak Jokowi jadi presiden," tutur Ribka.
Namun Ribka menyatakan PDIP tak akan besar kepala. Urusan deklarasi capres dan cawapres merupakan urusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Saat ini, PDIP berkonsentrasi untuk memenangkan Pileg 2014.
4. Posko Relawan
|
|
"Saya enggak ngerti. Saya enggak ngurus copras capres. Nggak ngurus, nggak ngurus, nggak ngurus. Itu kan masyarakat. Masa saya mau keberatan?" kata Gubernur DKI, Joko Widodo di kantor PDIP, Lenteng Agung Jakarta Selatan, Minggu (6/10/2013).
Jokowi mengatakan tidak keberatan kalau ada masyarakat atau relawan yang dulu mendukung duetnya bersama Ahok kini menggalang dukungan untuk mencalonkannya menjadi presiden. Pergerakan 'Jokowi For Presiden' ini pun tidak perlu izin darinya.
"Relawan kok pakai izin. Kayak mau bangun rumah aja pakai IMB," candanya.
Jokowi selama ini memang enggan ditanya perihal pencapresan dirinya di tahun 2014. Ia selalu beralasan saat ini ia hanya mengurusi persoalan Jakarta. Mengapa ia tak membubarkan gerakan tersebut jika ia benar-benar tak memikirkan soal capres?
"Kalau saya nutup itu berarti malah saya ngurus," katanya.
Halaman 2 dari 5











































