Tak Ada Material Baru di Kawah Merapi Pasca Erupsi 18 November

Tak Ada Material Baru di Kawah Merapi Pasca Erupsi 18 November

- detikNews
Senin, 25 Nov 2013 17:29 WIB
Tak Ada Material Baru di Kawah Merapi Pasca Erupsi 18 November
Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Sebanyak 9 orang staf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melakukan penelitian di puncak Gunung Merapi pasca erupsi 18 November 2013 lalu. Hasilnya, tim berkesimpulan letusan tersebut merupakan letusan freatik dan tidak ditemukan material baru.

Tim tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Merapi, Sri Sumarti, dengan melibatkan staf ahli di BPPTKG bidang geologi, geofisika, geokimia, pengamat, geografi, dan teknis instrumentasi. Tim berangkat ke puncak pada hari Jumat 22 November pukul 02.00 WIB melalui jalur pendakian New Selo. Tim tiba di puncak sekitar pukul 06.00 WIB.

"Selama lebih kurang 8 jam melakukan penelitian di kawah tempat terjadi erupsi kemarin. Penelitian selesai pukul 14.00 WIB dan baru turun sampai pos New Selo pukul 17.30 WIB," kata Sri Sumarti didampingi Kepala BPPTKG, Subandriyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sri, penelitian dilakukan untuk melihat kondisi riil puncak Merapi pasca erupsi 18 November. Penelitian dilakukan di kawah Merapi di hulu Kali Gendol atau di kubah lava 2010.

"Di kubah lava 2010 ada retakan ke arah selatan sepanjang 250 meter. Pusat hembusan berada di sisi barat laut di lava 1948," katanya.

Dia mengatakan saat erupsi 18 November lalu lontaran material mengarah ke kali Gendol. Sebagian lagi materila ada yang masuk ke Kali Senowo 1, 2 dan 3.

"Saat survei, kami tidak menemukan adanya sisa awan panas dan tidak ada rekaman gempa adanya awan panas," katanya.

Staf BPPTKG yang ikut penelitian, Radit, menambahkan tiga hari setelah erupsi tidak ditemukan bukti terjadinya awan panas dan di kawah tidak tercium bau belerang yang menyengat.

"Tiga hari pasca erupsi, tidak apa-apa materialnya. Kalau awan panas materialnya kita injak sepatu kita akan meleleh," katanya.

(bgs/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads