Tim tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Merapi, Sri Sumarti, dengan melibatkan staf ahli di BPPTKG bidang geologi, geofisika, geokimia, pengamat, geografi, dan teknis instrumentasi. Tim berangkat ke puncak pada hari Jumat 22 November pukul 02.00 WIB melalui jalur pendakian New Selo. Tim tiba di puncak sekitar pukul 06.00 WIB.
"Selama lebih kurang 8 jam melakukan penelitian di kawah tempat terjadi erupsi kemarin. Penelitian selesai pukul 14.00 WIB dan baru turun sampai pos New Selo pukul 17.30 WIB," kata Sri Sumarti didampingi Kepala BPPTKG, Subandriyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kubah lava 2010 ada retakan ke arah selatan sepanjang 250 meter. Pusat hembusan berada di sisi barat laut di lava 1948," katanya.
Dia mengatakan saat erupsi 18 November lalu lontaran material mengarah ke kali Gendol. Sebagian lagi materila ada yang masuk ke Kali Senowo 1, 2 dan 3.
"Saat survei, kami tidak menemukan adanya sisa awan panas dan tidak ada rekaman gempa adanya awan panas," katanya.
Staf BPPTKG yang ikut penelitian, Radit, menambahkan tiga hari setelah erupsi tidak ditemukan bukti terjadinya awan panas dan di kawah tidak tercium bau belerang yang menyengat.
"Tiga hari pasca erupsi, tidak apa-apa materialnya. Kalau awan panas materialnya kita injak sepatu kita akan meleleh," katanya.
(bgs/try)











































