Aktivis Lingkungan dan Anggota DPR Demo Mapolda Riau
Senin, 22 Nov 2004 22:17 WIB
Pekanbaru - Sekitar 50 aktivis lingkungan dan seorang anggota DPR RI menggelar aksi unjuk rasa simpatik di Mapolda Riau dan Gedung Surya Dumai. Mereka prihatin atas meninggalnya 2 warga Kabupaten Rokan Hulu dalam peristiwa bentrokan dengan Pamswakarsa PT Surya Dumai Grup, Sabtu lalu. Para pengunjuk rasa berjalan kaki dari pertigaan Jl. Sudirman dan Tambusai menuju Polda Riau, Senin (22/11/2004). Di depan pintu pagar bagian depan mapolda yang telah ditutup petugas piket, puluhan aktivis itu berorasi sekitar 30 menit mulai pukul 21.00 WIB. Selain berorasi, mereka memasang puluhan lilin di pagar. Puluhan aparat tampak berjaga-jaga. Dalam orasinya, mereka menuntut Kapolda Riau Brigjen Pol Dedy S Komaruddin mundur dari jabatannya. Alasannya, selama Dedy menjabat kapolda, sejumlah kasus bentrok yang mengakibatkan korban jiwa warga tidak pernah tuntas. Mereka juga menuding jajaran Polda lebih dekat dengan perusahaan yang selalu bersengketa lahan dengan warga setempat. Usai orasi, mereka bergerak menuju Gedung Surya Dumai yang berjarak 300 m dari mapolda. Mereka memasang lilin di ruas badan jalan sepanjang 100 m sehingga mengakibatkan arus lalu lintas macet. Sama seperti sebelumnya, mereka kembali berorasi.Sebuah keranda juga melengkapi aksi itu. Mereka menuding kapolda Riau, Gubernur Riau Rusli Zainal dan Bupati Rokan Hulu Ramlan Jas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya bentrokan. Aslaini Agus, anggota DPR RI asal Riau yang ikut berunjukrasa dalam orasinya mengutuk peristiwa bentrokan yang menewaskan warga itu. Ia meminta Kapoda dan gubernur untuk segera menuntaskan sengketa tanah yang sudah bertahun-tahun lamanya. Usai orasi, para pengunjuk rasa membakar keranda di depan gedung. Selanjutnya mereka membubarkan diri, pukul 22.00 WIB.
(rif/)











































