"Soal Lapindo buat kami bukan kelemahan Pak ARB. Justru selebihnya menjadi kelebihan beliau," kata Wasekjen Golkar Lalu Mara Satria Wangsa kepada detikcom, Senin (15/11/2013).
Secara hukum, menurut Lalu Mara, perusahaan dinyatakan tidak bersalah dan sudah berkekuatan hukum tetap. Dari struktur kepemilikan perusahaan pengeboran Minarak Lapindo, lanjut Lalu Mara, adalah PT Energi Mega 30%, Medco 32%, dan Santos 18%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lalu, dalam kondisi sulit, Ical malah membeli lahan terdampak dengan harga di atas pasar. Meskipun tak dipungkiri kekurangannya juga masih besar.
"Bahwa masih ada kurang sebesar Rp 700 miliar itu fakta. Lihat juga yang sudah dikeluarkan Bakrie hampir Rp 9 triliun," katanya.
"Siapa sih yang mau begini? Dinyatakan tidak bersalah tapi mau bantu beli aset warga. Ya hanya keluarga Bakrie, kalau pengusaha lain pasti kabur," tegasnya.
Lalu Mara lantas memaparkan survei internal Golkar. Menurutnya elektabilitas Ical tertinggi justru di Sidoarjo.
"Adalah tantangan kami bagaimana persepsi masyarakat Sidoarjo tentang Pak ARB bisa kami sebarkan ke daerah lain," tandasnya.
(van/nrl)











































