Kalla Bantah Anti Cina
Senin, 22 Nov 2004 21:13 WIB
Jakarta - Wakil Presiden M Jusuf Kalla membantah adanya anggapan bahwa dirinya anti Cina. Anggapan tersebut muncul dalam sms-sms dan obrolan, yang menyatakan, kebijakan yang akan dilakukannya di bidang ekonomi anti terhadap pengusaha Cina."Tadi Bapak Wakil Presiden membantah adanya anggapan anti Cina. Tidak benar kalau dia (wapres) anti Cina. Beliau hanya fokus pada usaha kecil, yakni dengan mengutamakan sektor ekonomi berbasis usaha kecil dan menengah," kata salah seorang Ketua PBNU Ahmad Bagja kepada wartawan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (22/11/2003).Ahmad Bagja datang bertemu dengan Wakil Presiden bersama dengan pengurus PBNU lainnya. Diantaranya Rozy Munir, Said Agil Siradj dan Masduki Baidlawi. Dalam pertemuan tersebut, pengurus PBNU ini meminta kesediaan wakil presiden untuk menutup muktamar PBNU yang diadakan tanggal 28 November sampai 2 Desember 2004.Dalam pertemuan tersebut, kata Bagja, wakil presiden memberikan masukan-masukan mengenai isu-isu di bidang ekonomi dan pendidikan. Saat membahas isu ekonomi itulah, wakil presiden menyampaikan bantahan soal isu bahwa dia anti Cina. "Dengan mengutamakan sektor usaha kecil dan menengah, maka ini berkaitan dengan NU. Kalangan NU yang di masyarakat banyak bergerak di sektor UKM ini," tambah Bagja.Bagja menambahkan Wapres bersedia hadir menutup acara Muktamar NU tanggal 2 Desember pukul 10.00 WIB. Muktamar ini akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 28 November, dengan mengambil tempat di Asrama Haji Boyolali, Jawa Tengah.
(mar/)











































