Sebelum perintah penempatan posisi baru keluar seperti yang tertuang di dalam Telegram Rahasia Kapolri bernomor ST/2312/XI/2013, sinyalemen pengankatan Suhardi mulai tampak.
Hal ini tampak pada saat penyerahan memo tugas Kapolri Jenderal Timur Pradopo ke Komjen Sutarman, Senin (28/10) lalu, di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jl Trunojoyo. Penyerahan memo tersebut hanya berselang beberapa hari setelah Presiden SBY resmi memberhentikan Jenderal Timur Pradopo dari kursi orang nomor satu di kepolisian melalui Keputusan Presiden Nomor 67/Polri/2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya koordinasi soal pengamanan buruh saja," kata Suhardi saat berbincang dengan detikcom saat itu.
Maklum, saat kegiatan tersebut berlangsung santer dikabarkan beberapa elemen buruh akan melakukan demontrasi menuntuk upah layak. Selain wilayah hukum Jakarta yang dikenal menjadi sasaran para demonstran, wilayah Jabar juga kerap banyak memiliki titik-titik aksi buruh. Sebut saja, Karawang, Cimahi, Bandung, dan beberapa wilayah lain.
"Loh, kalau soal koordinasi aksi buruh kok hanya Kapolda Jabar, yang paling dekat dengan Mabes Polri kan Polda Metro?"
"Pak Kapolda Metro sedang di lapangan terkait aksi buruh, makanya diwakilkan Wakapolda Metro," kata Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie.
Kegiatan berlangsung tertutup. Selama dua jam para pencari berita setia menunggu di luar Rupatama. Usai acara, juru kamera dan wartawan lain berebut posisi mewawancarai dua Jenderal Timur Pradopo dan Kapolri Baru, Jenderal Sutarman.
Beberapa perwira tinggi dan menengah keluar ruangan dan kembali bertugas, sementara Suhardi melangkah menuju ruang ramah tamah yang ada di sayap kiri Rupatama. Sudah berjajar beberapa set meja makan di ruang-ruang tersebut. Kapolri dan beberapa jenderal lainnya akan melakukan santap siang terbatas di ruangan tersebut.
Turut juga hadir dalam jamuan tersebut Wakapolri Komjen Oegroseno, Kabaharkam Badrodin Haiti, Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan, Kabaintelkan Komjen Suparni Parto, serta beberapa perwira tinggi lainnya.
Beberapa kali detikcom berupaya mengkonfirmasi terkait pertemuan itu kepada Irjen Suhardi: "Betulkan pertemuan terkait rencana pengangkatan dirinya sebagai Kabareskrim?" Namun mantan Wakapolda Metro ini menjawab diplomatis.
"Ah, kata siapa itu. Tidak boleh mendahului yang di atas, mas," jawabnya.
Jenderal Sutarman saat berulang kali dikonfrontir mengenai nama-nama yang tengah digodok pihaknya untuk menempati posisi Kabareskrim, hanya memberikan gambaran siapa sosok yang akan menggantikannya di Bareskrim.
"Calonnya bintang dua," kata Sutarman usai acara pelatihan antikorupsi di Aula Lokaprana, Jl Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (12/11/2013).
Sutarman menegaskan, Polri ingin mengisi posisi itu dengan calon terbaik. Jadi nama calon terus digodok. Tak ada juga perseteruan di internal Polri soal penentuan calon tersebut.
Beberapa nama sebenarnya sempat mencuat untuk mengisi kekosongan kursi Kepala Bareskrim. Seperti Wakabareskrim Irjen Anas Yusuf, Kabaharkam Badrodin Haiti, serta Kapolda Sumatera Selatan Irjen Saud Usman Nasution. Namun rupanya, dari sekian nama, Jenderal Sutarman memilih Suhardi Alius untuk membantu tugasnya di bidang Reserse dan Kriminal Polri.
(ahy/jor)











































