Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat elektabilitas Partai Demokrat merosot tajam hingga dibawah 10%. Konvensi yang diharapkan menjaring calon presiden yang disukai publik pun dinilai gagal.
"Saat ini tidak ada partai yang mau berkoalisi karena takut capres konvensi Demokrat tak menang dalam pemilu. Motif utama parpol adalah berkuasa, perilaku parpol itu tidak mau kalah," ujar peneliti LSI Rully Akbar, di kantor LSI, Jl Pemuda no 70, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).
Sebanyak 12 orang peserta konvensi partai Demokrat memperoleh tingkat pengenalan di bawah 60%. Sementara itu kandidat calon presiden dari partai lain misalnya Megawati, Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto dikenal lebih dari 70% responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui 12 nama peserta konvensi berasal dari latar belakang yang berbeda, mulai dari politisi, akademisi, hingga pensiunan TNI. Mereka adalah Dahlan Iskan, Marzuki Ali, Pramono Edi, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Anies Baswedan, Dino Patti Djalal, Irman Gusman, Sarundajang, Ali Masykur Musa, dan Endriartono Sutarto.
Metode survei menggunakan teknik multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.200 responden. Survei dilakukan tanggal 12 September hingga 5 Oktober 2013.
Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tatap muka dentan berpedoman pada kuisioner. Tema survei yaitu 'Terancamnya Konvensi Demokrat, dari Hero to Zero kah Nasib Demokrat?'. LSI pimpinan Denny JA ini sebelumnya diakui sebagai konsultan Partai Golkar.
(rna/mad)











































